Call Center : 024-8448608
Fax : 024-8448610
SMS Pengaduan : 081326026000

KPID Kuat, Siaran Sehat, Publik Bermartabat

Diposting pada 13 March 2017 oleh Administrator

SEMARANG - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo Senin siang (13 Maret 2017) melantik  tujuh anggota Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Jawa Tengah periode 2017-2020.  Tujuh Komisioner baru itu adalah Budi Setyo Purnomo, Asep Cuwantoro, Setiawan Hendra Kelana, Tazkiyyatul Muthmainnah, Sonakha Yuda Laksono, Muhammad Rofiuddin dan Dini Inayati. 

Sebagai lembaga independen pengawal penyiaran, KPID Jawa Tengah dituntut untuk bekerja  keras secara profesional. KPID harus diperkuat agar bisa mengawasi lembaga penyiaran secara maksimal. KPID juga perlu mengajak publik untuk bersama-sama mengawal lembaga penyiaran.

Jika lembaga penyiaran diawasi dan dikawal bersama-sama maka mereka akan menyebarkan isi siaran yang menyehatkan. Jika isi siaran menyehatkan maka akan berdampak pada publik. Publik akan menjadi masyarakat yang bermartabat dan cerdas.

Beberapa pekerjaan KPID di masa mendatang antara lain menjamin masyarakat Jawa Tengah memperoleh siaran yang layak dan benar sesuai dengan Hak Asasi Manusia. Persoalan ini penting karena hingga kini masih ada lembaga penyiaran yang menyebarkan konten siaran yang tidak menyehatkan.

Misalnya: masih adanya tayangan yang memperagakan kekerasan baik verbal maupun non verbal, tayangan sinetron yang berlebihan, berita yang tak berimbang, tayangan pornografi, tayangan cabul,  dan lain-lain. Ada juga lembaga penyiaran yang terlalu mengejar rating dengan mengabaikan kepentingan publik. 

Selain itu, KPID Jawa Tengah juga perlu mendorong lembaga penyiaran di Jawa Tengah menjadi perusahaan media yang sehat dan menjanjikan. Harus diakui, hingga kini masih banyak lembaga penyiaran di Jawa Tengah yang “hidup segan, mati tak mau”.

Memang banyak lembaga penyiaran yang bisa eksis tapi tak sedikit yang kesulitan berkembang. Satu sisi lembaga penyiaran itu masih terus harus bersiaran, tapi di sisi lain pendapatan untuk operasional perusahaan masih sangat minim.

KPID Jawa Tengah juga akan memberdayakan potensi lokal Jawa Tengah melalui program siaran. Jawa Tengah merupakan salah satu provinsi besar yang posisinya sangat strategis. Provinsi ini memiliki kekayaan budaya, kuliner, serta berbagai kekayaan lokal masing-masing. Untuk itu, KPID berharap agar lembaga penyiaran menyiarkan berbagai potensi lokal itu. Targetnya, isi siaran tidak hanya dikuasai konten dari Jakarta.

Harus diakui tantangan KPID Jawa Tengah periode 2017-2020 tidaklah ringan. Pada 2018 mendatang, Provinsi Jawa Tengah akan menggelar pemilihan gubernur Jawa Tengah. Pada 2019 juga akan ada pemilu legislatif dan pemilihan presiden. Dalam momentum politik itu, KPID Jawa Tengah akan melakukan upaya pencegahan dan penindakan agar lembaga penyiaran tetap bisa berimbang, netral, independen dan menyuarakan kepentingan publik.

Berbagai pekerjaan tersebut harus dikerjakan KPID Jawa Tengah. Harus diakui, KPID Jawa Tengah tak bisa menyelesaikan berbagai problem tersebut tanpa ada dukungan dari publik. Untuk itu, KPID harus diperkuat. Lembaga penyiaran menggunakan frekuensi publik sehingga mereka harus dikawal secara bersama-sama. Frekuensi publik harus digunakan untuk kepentingan publik.

Narasumber: Ketua KPID Jawa Tengah Budi Setyo Purnomo

0 Komentar

Leave Comment

Name *

E-mail *

Website

Message