Call Center : 024-8448608
Fax : 024-8448610
SMS Pengaduan : 081326026000

RRI Membentengi Siaran Lokalitas

Diposting pada 05 May 2017 oleh Administrator

RRI Membentengi  Siaran Lokalitas

Kunjungi KPID, RRI Membentengi Siaran Lokalitas

SEMARANG – Jajaran Radio Republik Indonesia (RRI) Semarang, Kamis (4 Mei 2017) berkunjung ke Kantor Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Jawa Tengah. Kedatangan mereka dipimpin Kepala Lembaga Penyiaran Publik (LPP) RRI Stasiun Semarang Herman Zuhdi. Mereka diterima jajaran KPID Jawa Tengah yang dipimpin Ketua KPID Jawa Tengah Budi Setyo Purnomo.

Pertemuan digelar secara santai dan gayeng dengan diselingi diskusi. Materi diskusi terutama terkait dengan evaluasi dan prospek dunia penyiaran, terutama radio.

“RRI ingin bersinergis dengan berbagai pihak, termasuk KPID Jawa Tengah,”
 kata Hemarn Zuhdi.

Herman menyatakan RRI berkomitmen untuk menjadi lembaga penyiaran yang membentengi persatuan di Jawa Tengah. Isi siaran harus mendidik, mengandung nilai berita baik dan bisa menjadi pemersatu antar agama, etnis, suku dan budaya warga masyarakat.

Herman menambahkan, dalam menyiarkan informasi, RRI sangat mempertimbangkan nilai lokalitas hingga etnik. Lokalitas dan etnik menjadi sangat penting karena masing-masing memiliki budaya dan kekhasan sendiri-sendiri. Ia mencontohkan, aktivitas orang Jawa di pagi hari pasti akan berbeda-beda. Di dalam Jawa itu juga ada lokalitas di masing-masing daerah.

 “Lokus-lokus ini pasti akan berbeda-beda,” kata Herman. Untuk itulah, RRI akan mempertimbangkan etnik dan lokalitas itu dalam merumuskan program siaran.

Herman mengakaui bahwa program-program lokalitas seperti itu tak mesti bisa menghasilkan keuntungan. Namun, program itu harus dijalankan karena menjadi tanggungjawab moral agar warga Jawa Tengah bisa terus eksis di tengah gempuran budaya asing.

Dalam berbagai kesempatan, RRI juga menyiarkan musik-musik tradisional. Misalnya, ada live musik keroncong, koes plus, tembang kenangan, dangdut dan lain-lain. Acara-acara itu bagian dari usaha untuk melestarikan budaya lokal. Jangan sampai musik keroncong hilang dan di masa mendatang diklaim milik bangsa lain.  

Ketua KPID Jawa Tengah Budi Setyo Purnomo mengapresiasi program-program siaran yang disiarkan RRI. Selama ini, kata Budi, data pengawasan isi siaran di KPID menunjukan bahwa RRI belum pernah mendapatkan sanksi karena melanggar regulasi dan P3SPS. “Ini menunjukan bahwa RRI bisa menjadi salah satu contoh karena isi siarannya cukup baik,” kata Budi.

Budi menambahkan RRI sebagai Lembaga Penyiaran Publik (LPP) agar terus menyiarkan kepentingan publik. Budi mengakui ada banyak stasiun radio, terutama swasta, yang asal-asalan dalam mengelola radio. Isi siarannya terkadang juga ada yang melanggar UU dan P3SPS.

Budi berharap agar semua lembaga penyiaran harus menjadi perekat bangsa. “Media jangan justru menjadi pemecah bangsa. Jangan menyiarkan berita hoax,” kata Budi.  

ROFIUDDIN

0 Komentar

Leave Comment

Name *

E-mail *

Website

Message