Call Center : 024-8448608
Fax : 024-8448610
SMS Pengaduan : 081326026000

Literasi Media di MA Uswatun Hasanah Semarang

Diposting pada 04 April 2017 oleh Administrator

Literasi Media di MA Uswatun Hasanah Semarang

KPID Provinsi Jawa Tengah telah menyelenggarakan kegiatan literasi media bagi pelajar yang dilaksanakan pada Hari Rabu, tanggal 29 Maret 2017, dimulai Pukul 09.00 sampai dengan pukul 13.00 WIB.  Tempat pelaksanaan berada di salah satu ruangan kelas MA Uswatun Hasanah Kecamatan Tugu, Kota Semarang.  Pesertanya terdiri dari perwakilan siswa kelas 11, kelas 12 dan kelas 13 yang berjumlah 100 orang.

 Kegiatan Literasi Media ini dibuka oleh Dini Inayati, Komisioner KPID Provinsi Jawa Tengah.  Sebelum membuka acara Dini Inayati mengatakan dalam sambutannya bahwa Pelajar merupakan bagian dari khalayak yang banyak terpapar program siaran sehingga harus mempunyai kemampuan literasi yang baik agar dapat menjadi pemirsa atau pendengar yang kritis.  “Pelajar harus tau bagaimana media dikonstruksi dan dapat mengkritisi mana program siaran yang layak atau tidak layak bagi pembentukan karakter/budi pekerti luhur bangsa ini”, kata Dini Inayati.  “Selain itu, perlu diketahui bahwa frekuensi yang digunakan oleh lembaga penyiaran untuk dapat mengudara merupakan sumber daya public yang dikelola oleh Negara, sehingga pelajar sebagi bagian dari warga Negara harus peduli atas penggunaan frekuensi yang dimaksud”, imbunnya.

Selain sambutan dari Komisioner, Kepala Sekolah MA Uswatun Hasanah juga memberikan kalimat sambutan.  Ia mengatakan bahwa sangat berbahagia dapat dipilih menjadi salah satu sekolah sasaran kegiatan literasi media yang dilakukan oleh KPID Jawa Tengah.  Ia juga berharap, siswanya dapat menerima manfaat yang besar atas ilmu yang akan disampaiakn oleh para narasumber.

Narasumber pada literasi media kali ini adalah DR. Lintang Ratri MSi, Dosen Magister Ilmu Komunikasi Undip dan Noni Arnee, seorang Jurnalis kawakan di berbagai media. DR. Lintang menyampaikan, mengapa pelajar harus melek media karena anak-anak di Indonesia menonton TV 30-35 jam seminggu atau sekitar 1.800 jam setahun.  Maka agar tetap dapat tumbuh dan hidup sehat dalam kepungan media massa terutama televisi, kita semua perlu menggunakan perspektif (cara pandang) baru, yaitu literasi media.  Menurutnya, untuk menjadi literate, maka perlu diajukan pertanyaan berikut ini :

1. Siapa yang membuat pesan?

2. Teknik apa yang membuat saya menarik?

3. Bagaimana orang lain bisa berbeda dengan saya dalam memahami pesan media?

4. Gaya hidup atau nilai apa yang direpresentasikan dalam pesan tersebut?

5. Mengapa pesan ini disampaikan?

Dengan menjawab pertanyaan tersebut artinya, sesorang mengetahui bagaimana media dikonstruksi.  Sehingga yang harus dilakukan selanjutnya adalah memilah dan mimilih siaran yang layak secara cerdas.

Noni Arnee sebagai narasumber lain juga menyampaiakan hal yang hampir senada.  Noni menyampaikan bahwa sebenarnya penonton dijual oleh industry media melalui program siaran kepada pengiklan.  Hal tersebut biasa kita kenal dengan Ratting.  Noni juga memberikan informasi bahwa Tahun 2016, belanja iklan di media Rp 134,8 Triliun. Naik 14 % dari Rp 118 triliun,  dengan komposisi 77% (Rp 103,8 triliun) belanja iklan di televisi. (naik 22% dari tahun 2015).  Pengiklan terbesar dari iklan tersebut adalah :

  1. Perangkat dan Layanan Komunikasi Rp2,5 Triliun,
  2. Perawatan Rambut :  Rp2,5 Triliun,   
  3. Kopi dan Teh Rp2,3 Triliun,
  4. Perawatan Wajah Rp2,2 Triliun.

Masih menurut Noni, jika dicermati, tren program acara di televisi cenderung seragam, beragam kemasan menjamur. Sinetron, berita artis kondang, pendatang baru yang rupawan, selebritas bermasalah menjadi nilai jual. Umumnya, corak program televisi cenderung bergeser sejalan dengan selera pemirsa.

 Setelah narasumber selesai melakukan paparan materi, acara dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Antusiasme para peserta terlihat dari banyaknya respon dan pertanyaan yang diberikan kepada para narasumber terkait materi yang disampaikan. Peserta kegiatan ini juga memberikan apresiasi penuh terhadap materi-materi yang diberikan.  Mengakhiri seluruh rangkaian kegiatan Literasi media kali ini acara ditutup oleh Dini Inayati, Komisioner KPID jawa Tengah.  Dalam kesempatan tersebut, Dini Inayati menekankan agar pelajar yang sudah mendapatkan materi tentang lietarsi media, diharapkan mampu memilih dan memilah program siaran dan mengkritisinya serta dapat mengadukan program siaran yang tidak layak kepada KPID melalui kanal sms/wa maupun aplikasi yang disediakan pada  kpid.jatengprov.go.id

0 Komentar

Leave Comment

Name *

E-mail *

Website

Message