Call Center : 024-8448608
Fax : 024-8448610
SMS Pengaduan : 081326026000

Literasi Media KPID Jawa Tengah

Diposting pada 23 December 2016 oleh Administrator

Literasi Media KPID Jawa Tengah

Literasi Media KPID Jawa Tengah – Ciptakan Generasi Pemirsa yang Kritis dan Rasional

Semarang – Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Provinsi Jawa Tengah siang kemarin (14/12) menerima kunjungan SMK Baitussalam Kota Pekalongan dalam agenda Literasi Media di Kalangan Pelajar, Mahasiswa, dan Organisasi Masyarakat. Acara yang dilaksanakan di Kantor Sekretariat KPID Jl. Tri Lomba Juang ini merupakan kegiatan pamungkas dari rangkaian literasi media yang dilaksanakan sebanyak 20 kali sepanjang 2016.

Ketua KPID Jateng Budi Setyo Purnomo S.Sos, M.I.Kom di depan seratus peserta literasi menekankan pentingnya cerdas bermedia terutama bagi generasi muda. Hal ini dikarenakan konten yang dibentuk melalui media tidak selalu berpihak kepada publik. “Tayangan media penyiaran saat ini tidak lepas dari konstruksi pesan yang dibangun guna membentuk opini publik, dan tidak seluruhnya bisa memberi manfaat bagi masyarakat”, jelasnya.

Menurut pengurus PWI Jateng yang juga redaktur senior tabloid Cempaka ini, KPID Jateng sangat concern dalam membentuk generasi melek media, yang tidak hanya mampu memilih dan memilah tayangan, namun juga mampu mengkritisi, mengambil manfaat, serta bertindak jika diperlukan. KPID Jateng selalu membuka kesempatan bagi publik untuk mengadukan tayangan dan siaran radio yang berpotensi melanggar P3-SPS, baik melalui website, email, facebook, twitter, maupun sms ke 081326026000.

Dosen Antropologi Universitas Diponegoro DR. Amirudin, M.A dalam kesempatan yang sama membahas masih maraknya tayangan berbau mistik, horror, dan supranatural dalam layar kaca kita. Ada beberapa penyebab mengapa tayangan tersebut masih cukup digemari di kalangan masyarakat.

Pertama, dominasi kebudayaan mistik yang masih kuat melekat pada kultur masyarakat. Kedua, keberhasilan teknologi penyiaran dalam menyajikan tayangan mistis menjadi lebih nyata. Faktor selanjutnya adalah katarsis atau pelampiasan terhadap tayangan politik yang dirasa sudah menjemukan. Terakhir, belum maksimalnya peran sekolah maupun orang tua dalam menghasilkan generasi pemikir yang kritis.

“Di sinilah fungsi orang tua dan sekolah sangat berperan dalam membentuk karakter pemirsa yang tidak hanya mampu berpikir rasional, namun sekaligus berpikiran kritis. Orang tua sudah seharusnya mendampingi anak dalam menonton tayangan televisi”,  terang mantan komisioner KPI Pusat ini.

Pendapat tersebut diperkuat oleh Budi S.P., yang menyatakan bahwa literasi media menjadi salah satu prioritas KPID Jateng guna membentuk generasi melek media. “Kedepan kita harapkan agen-agen literasi yang kami cetak ini mampu menjadi bingkai generasi cerdas bermedia, agar kita tidak semata-mata hanya menjadi objek bagi indutri penyiaran”, pungkasnya.

0 Komentar

Leave Comment

Name *

E-mail *

Website

Message