Beranda Berita Asep Cuwantoro: SDM Penyiaran Harus Profesional

Asep Cuwantoro: SDM Penyiaran Harus Profesional

115
0
BERBAGI
Wakil Ketua KPID Jawa Tengah, Asep Cuwantoro saat Pelatihan Peningkatan Kualitas SDM Penyiaran Tingkat Mahir di Wonosobo, Jumat (9/3/2018).

WONOSOBO- Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Jawa Tengah memiliki komitmen untuk meningkatkan kualitas siaran lembaga penyiaran. Di antaranya melalui pelatihan sumber daya manusia (SDM) penyiaran.

Wakil Ketua KPID Jawa Tengah, Asep Cuwantoro mengatakan, KPID memiliki pelatihan SDM dari tingkat dasar hingga mahir. Pelatihan itu diharapkan mampu melahirkan SDM yang profesional. Korelasinya, kata Asep, jika penyiar profesional tuntutan agar siaran sehat sangat logis. SDM yang profesional akan melahirkan program siaran yang berkualitas.

“Bagaimana mau menuntut penyiaran berkualitas kalau SDM-nya tidak profesional,” katanya saat Pelatihan Peningkatan Kualitas SDM Penyiaran Tingkat Mahir di Wonosobo, Jumat (9/3/2018).

Asep mengatakan, pelatihan SDM penyiaran juga untuk meningkatkan nilai tawar profesi penyiaran. Asep mengamati, profesi penyiar saat ini dianggap kurang bagus dan tidak menjanjikan. Menurutnya, bisnis siaran merupakan bisnis kreatif. “Untuk itu produknya perlu ditingkatkan kualitasnya. Siaran yang bagus maka akan dihargai tinggi,” katanya.

Profesionalitas seorang penyiar akan berdampak pada kesejahteraan yang tumbuh secara otomatis. Asep menyebutkan, penyiar di Jakarta sebulan bisa digaji Rp 60 jutaan dengan 4 jam kerja. Ia merasa prihatin karena yang terjadi di daerah justru sebaliknya.

“Di daerah part time sejam cuma dibayar Rp 3.000-4.000. Ini jadi keprihatinan kita,” katanya.

Asep terus mendorong agar tenaga penyiaran harus profesional untuk menciptakan bisnis yang kuat dan siaran sehat. Dia mengatakan, KPID akan memperketat keikutsertaan lembaga penyiaran dalam pelatihan SDM.

“KPID sudah memfasilitasi. Jika ada radio yang tidak serius akan diberi catatan khusus. Ini akan jadi pertimbangan saat perpanjangan izin siaran,” katanya. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here