Home Berita Bekali Mahasiswa dengan Uji Praktik Jurnalistik

Bekali Mahasiswa dengan Uji Praktik Jurnalistik

88
0
SHARE

SEMARANG – Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang menggandeng Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jawa Tengah untuk membekali mahasiswa di bidang jurnalistik. Kegiatan itu diampu oleh pewarta berpengalaman masing-masing bidang. Mahasiswa peserta ditugasi liputan langsung dan mewawancarai narasumber.

Wakil Ketua Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Jawa Tengah, Asep Cuwantoro hadir sebagai narasumber dalam pelatihan yang diadakan selama dua hari, Senin-Selasa (22-23/10/2018) di Gedung PWI Jateng.

Menurutnya, kreatifitas dan ide dalam menulis berita akan muncul jika sering mengasah literasi kita. Bisa dengan membaca buku, lingkungan sekitar maupun alam. Berdiskusi juga sangat dibutuhkan untuk menambah pengetahuan.

“Menulis berita jangan hal yang biasa saja, karena kini itu sudah banyak ditemui di media sosial. Harus lebih kreatif. Berdebat dan berdiskusi adalah hal yang biasa dalam sebuah rapat redaksi. Itu karena menyangkut sesuatu yang akan kita tampilkan dalam media kita. Agar media kita bisa menarik bagi masyarakat,” ungkapnya

Asep, dalam pelatihan yang bertema “Benchmarking Kompetensi Mahasiswa Jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam, Fakultas Dakwah dan Komukasi UIN Walisongo” itu juga mengingatkan, dalam menulis berita diperlukan sebuah kepekaan pada setiap peristiwa. Ini mempengaruhi gaya dan sentuhan dalam menulis berita.

Ia menjelaskan, selain Undang Undang Pers dan kode etik jurnalistik, untuk media televisi dan radio juga harus mematuhi Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3SPS). “Bagi jurnalis radio dan televisi, di KPI juga ada sekolah P3SPS,” katanya.

Najahan Musyafak, Wakil Dekan I Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Walisongo Semarang mengatakan, uji praktik jurnalistik ini diharapkan akan menguatkan lulusannya. “Mereka bakal memiliki kompetensi lebih. Penguatan di bidang penulisan bagi mahasiswa itu penting karena bisa menambah nilai plus bagi lulusan UIN. Dari pelatihan di bidang jurnalistik tersebut mahasiswa akan mendapatkan sertifikat yang bisa dijadikan salah satu pendamping ijazah saat mereka lulus,” tuturnya.

Para peserta dibagi dalam dua kelompok, yakni penulisan media cetak dan jurnalisme televisi. Kelompok media cetak, kegiatan dalam pelatihan tersebut antara lain, simulasi rapat redaksi, merencanakan liputan, menyiapkan isi rubrik, jumpa pers dan wawancara cegat. Mahasiswa juga praktik menulis berita, feature dan artikel, serta menyunting berita.

Untuk jurnalisme televisi, mahasiswa praktik simulasi rapat redaksi, merencanakan liputan, menyiapkan isi program, pengambilan gambar dan rekam audio saat jumpa pers dan wawancara cegat. Dilanjutkan dengan menulis berita, capturing/dubbing, editing dan preview paket berita on air.(YyK)