Home Berita Kampanyekan Gerakan Sadar Bermedia

Kampanyekan Gerakan Sadar Bermedia

108
0
SHARE
Kampanyekan Gerakan Sadar Bermedia

KARANGANYAR – Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Jawa Tengah menyelenggarakan kegiatan literasi media di kalangan pelajar, mahasiswa dan organisasi masyarakat. Kegiatan tersebut diadakan di Aula UPT PUD NFI dan SD Kecamatan Matesih, Karanganyar, Sabtu (13/10/2018).

Wakil Ketua KPID Jawa Tengah, Asep Cuwantoro, dalam sambutannya mengatakan, KPID berkeinginan literasi media ini bisa dilakukan tidak hanya duapuluh kali dalam setahun, namun sebanyak-banyaknya.

“Kegiatan literasi media merupakan tujuan jangka panjang KPID, yaitu menyadarkan masyarakat agar bisa mengkritisi dan memilah tayangan televisi maupun radio. Jadilah mitra KPID untuk mengkampanyekan gerakan masyarakat sadar bermedia dan menjadi agen literasi media di  lingkungan masing-masing. Jika ada tayangan atau siaran di televisi maupun radio yang tidak baik, silahkan laporkan ke KPID,” ungkap Asep.

Komisioner KPID Jateng, Setiawan Hendra Kelana, menyampaikan, jurnalisme warga adalah kegiatan yang dilakukan oleh warga biasa, bukan untuk mendapatkan uang, tapi memiliki minat pada topik tertentu.

“Jurnalisme seperti ini, erat juga dengan jurnalisme media sosial. Berita atau informasi yang diproduksi jurnalis warga disebarluaskan melalui berbagai media, baik media mainstream, media milik warga sendiri, seperti blog, majalah, buletin, radio komunitas, dan sebagainya,” kata Komisioner yang akrab disapa Iwan ini.

Semua orang kini bisa menjadi jurnalis sekaligus publisher di media sosial. Iwan menegaskan, aktivitas seperti itu seharusnya tetap menggunakan etika jurnalistik.

“Berita yang dibuat tetap harus akurat dari segi penulisan dan konten. Karena itu jurnalis warga memerlukan verifikasi atau cek-ricek data,” tegasnya.

Hadi Santoso, Wakil Ketua Komisi D DPRD Jawa Tengah dalam paparannya yang berjudul “To be a Smart Netizen” itu mengajak masyarakat untuk menjadi cerdas bermedia. Kenali konten-konten yang bermuatan positif, negatif, bahkan hoax.

“Saring terlebih dahulu informasi, sebelum kita Sharing. Lawan informasi yang negatif dengan konten positif. Ajak teman untuk menjadi smart netizen,” katanya.

Ia juga mengingatkan bahwa sosial media adalah sarana bersosialisi dan berbagi informasi,

maka jadilah manusia. “Tolong berhati-hati, karena banyak konten yang positif dan negatif. Filternya ada pada diri kita sendiri. Kita berkewajiban untuk menyampaikan sesuatu yang baik dan positif,” tuturnya.

Sementara Komisioner KPID Jateng, Dini Inayati menyampaikan, KPID Jateng mendorong masyarakat, tidak hanya meninggalkan siaran yang tidak berkualitas, tetapi juga ikut membantu mengkritisi.

“Harus pintar menyaring mana tontonan yang baik dan buruk. Juga ikut berpartisipasi dengan menyuguhkan konten-konten yang positif dan berkualitas di media sosial,” kata Komisioner Bidang Kelembagaan ini.

Menurutnya, peran masyarakat untuk ikut mengkritisi tayangan yang tidak berkualitas sangat dibutuhkan. Karena dengan partisipasi masyarakat, KPI dan KPID bisa mempertimbangkan untuk memberi teguran pada siaran yang tidak berkualitas.

“Masyarakat bisa melaporkan siaran yang tidak berkualitas melalui website KPID, SMS Pengaduan, ataupun akun Tweeter, Instagram dan Facebook KPID. Kami sangat butuh partisipasi masyarakat untuk mengkritisi apakah tayangan yang disiarkan sudah sehat, baik dan sesuai norma-norma yang ada,” pesannya.