KARANGANYAR- Komisioner Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Jawa Tengah Dini Inayati, S.T. mendorong lembaga penyiaran agar aktif menyiarkan berita terkait Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2018. Menurut Dini, siaran berita Pilkada melalui radio sejauh ini masih minim. Hal itu menjadi temuan dalam kunjungannya ke sejumlah studio radio di Jawa Tengah.

“Ada beberapa alasan. Ada radio tidak punya akses ke tim sukses. Ada juga yang tidak berani liputan karena khawatir melakukan pelanggaran,” katanya Kamis (15/3/2018).

Menurut Dini, radio memiliki peran strategis untuk mengenalkan siapa pasangan calon (paslon) yang ikut serta dalam Pilkada. Radio bisa memberikan infomasi kepada publik tentang paslon sebagai referensi dalam menentukan pilihan.

“Mengandalkan iklan maupun alat peraga dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) sangat terbatas,” katanya.

Komisioner KPID Jawa Tengah M Rofiuddin menjelaskan, lembaga penyiaran tidak perlu khawatir dalam memberitakan Pilkada serentak 2018. Menurutnya, dalam memberitakan Pilkada yang penting adalah mematuhi prinsip jurnalistik.

“Harus faktual, independen, menyampaikan kebenaran, mengedepankan kepentingan publik. Agar publik menerima informasi yang berimbang dalam Pilkada,” katanya. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here