Home Berita KPID Harap SIKPST Jadi Rujukan Stakeholder Penyiaran

KPID Harap SIKPST Jadi Rujukan Stakeholder Penyiaran

157
0
SHARE
KPI Pusat dan 12 kampus di Indonesia menandatangani Perjanjian Kerjasama dan Memorandum of Understanding (MoU) terkait Survei Indeks Kualitas Penyiaran Televisi pada Senin 12 Maret 2018 di Jakarta.
KPI Pusat dan 12 kampus di Indonesia menandatangani Perjanjian Kerjasama dan Memorandum of Understanding (MoU) terkait Survei Indeks Kualitas Penyiaran Televisi pada Senin 12 Maret 2018 di Jakarta.

JAKARTA- Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) akan melaksanakan Survei Indeks Kualitas Program Siaran Televisi (SIKPST) tahun 2018 di 12 kota besar di Indonesia. Kota yang dimaksud, yaitu Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Surabaya, Semarang, Medan, Padang, Pontianak, Banjarmasin, Denpasar, Ambon dan Makassar. Rencananya akan dilaksanakan pada April, Juli dan Oktober 2018 mendatang.

Komisioner KPID Jawa Tengah, Sonakha Yuda Laksono mengatakan, SIKPST diharapkan menjadi rujukan bagi stakeholder penyiaran untuk mewujudkan siaran yang sehat. Menurutnya, lembaga penyiaran hendaknya memproduksi siaran yang bermartabat dan mendidik.

“Sedangkan bagi pemirsa bisa menjadi pemirsa yang cerdas,” katanya, Selasa (13/3/2018).

Selain itu, lanjut Sonakha, hasil survei nantinya bisa menjadi tandingan bagi rating. Menurutnya, selama ini rating masih menjadi dewa bagi keberlanjutan produksi program siaran.

“Dengan adanya SIKPST ini, rating bukan satu-satunya rujukan utama bagi industri penyiaran,” katanya.

Sebagaimana dirilis KPI Pusat, survei tahun ini melibatkan 12 Perguruan Tinggi Negeri di Indonesia. KPI dan 12 kampus tersebut telah sepakat menandatangani Perjanjian Kerjasama dan Memorandum of Understanding (MoU) MoU pada Senin 12 Maret 2018 di Jakarta.

Dari 12 kampus itu, satu di antaranya Universitas Diponegoro (Undip) Semarang. Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Diponegoro (Undip) Dr. Sunarto, M.Si. mengapresiasi kerjasama dengan KPI. Menurutnya, dari segi ideal kerjasama itu membantu Undip untuk ikut serta mewujudkan isi siaran televisi yang sehat.

“Dengan isi siaran yang sehat semua tujuan mulia bagi kemajuan bangsa bisa dicapai,” katanya.

Dia berharap, kerjasama itu bisa ditingkatkan dengan menambah frekuensi survei. Tidak hanya setahun tiga kali, tetapi bisa lebih banyak lagi.

“Sehingga proses kontrol isi siaran semakin ketat,” katanya.(*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here