SEMARANG – Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Jawa Tengah menggelar klarifikasi aspek program siaran dalam rangka Evaluasi Uji Coba Siaran (EUCS) Radio Swara Salem, Rabu (18/7/2018).

Kegiatan yang digelar di Lantai III Kantor KPID Jawa Tengah itu dihadiri para komisioner KPID Jawa Tengah dan pemohon Radio Swara Salem.

Ketua KPID Jawa Tengah, Budi Setyo Purnomo, pada kesempatan itu meminta agar Radio Swara Salem bisa memberikan kemanfaatan bagi komunitas atau masyarakat setempat. Karena radio ini menyuarakan kepentingan pendidikan, maka harus menjadi radio pendidikan yang berkualitas baik. “Kami harapkan radio ini dapat melaksanakan fungsinya, yaitu bermanfaat bagi komunitas dan masyarakat setempat,” kata Budi saat membuka acara.

Budi juga mengingatkan, karena radio ini berbasis pendidikan, maka penyiar harus tetap memperhatikan bahasa baku yang digunakan. Juga memperbanyak siaran yang mengandung unsur pendidikan serta Iklan Layanan Masyarakat (ILM). Pengelola radio atau penyiar juga harus tahu lagu-lagu yang diputar tersebut apakah dilarang atau tidak. “Karena ada 52 lagu yang dilarang atau dibatasi pemutarannya,” pesan Budi.

Komisioner KPID Jawa Tengah, Setiawan Hendra Kelana, pada kesempatan itu mengucapkan selamat kepada SMAN 1 Salem, karena bisa memiliki radio komunitas. Menurutnya, tidak semua sekolah SMA bisa memiliki radio.

Setiawan juga memberikan apresiasinya, karena untuk ukuran radio komunitas, siaran Radio Swara Salem cukup panjang, yaitu mulai pukul 05.00-22.00. Durasi tersebut berbeda dengan radio komunitas lain, yang hanya pada jam-jam tertentu ada penyiarnya.

Ia juga berharap, pengelola radio ini tahu apa yang dibutuhkan komunitas dan masyarakat setempat, terutama para siswa. Harapannya, konten-konten yang disampaikan memiliki nilai. “Keragaman program siaran pun juga sudah cukup bagus. Sehingga perlu dipertahankan konsistensinya,” kata Setiawan.

Apresiasi untuk Radio Swara Salem juga diberikan oleh Wakil Ketua KPID Jawa Tengah, Asep Cuwantoro. Ia menganggap pengelola maupun kepala sekolah bisa menangkap peluang untuk mendapatkan manfaat dari mendirikan radio komunitas. “Peluang untuk membesarkan lembaga maupun pengembangan siswa melalui radio. Tidak sedikit lembaga, sekolah maupun kampus yang menjadi besar karena memiliki media,” kata Asep yang juga alumni SMAN 1 Salem.

Asep juga mengevaluasi, untuk ke depan, pertama, teknik bersiaran perlu dijadikan perhatian. Penyiar perlu menguasai teknik vokal yang baik. Kedua, penyiar harus menguasai teknik siaran sesuai konten. Ketiga, penyiar diharapkan menguasai teknik operasional alat maupun program. “Bagaimana membuat ILM yang baik juga perlu dipelajari. Soal teknik vokal, pengelola bisa mendatangkan guru vokal, untuk melatih serta mencari karakteristik penyiar,” katanya.

Setiawan menambahkan, karena radio ini dikelola sekolahan, maka perlu dipersiapkan regenerasi penyiar. “Sehingga akan terus ada penyiar-penyiar baru yang menggantikan,” imbuhnya.

Sedangkan menurut Kepala Sekolah SMAN 1 Salem, M Zainal Alimin, kualitas siaran radio Swara Salem memang masih terus dalam pengembangan. “Saat ini perhatian kami masih fokus untuk mendapatkan izin siaran,” ungkapnya.

Zainal menceritakan, untuk menunjang aktifitas penyiaran dan mempersiapkan bibit baru penyiar, di SMAN 1 Salem memiliki ekstra kurikuler pelatihan jurnalistik dan radio. Siswa juga banyak yang antusias untuk menjadi penyiar. Itu terbukti ketika dibuka seleksi penyiar, banyak siswa yang mendaftar. “Tahun ini kami juga akan membuka ekstra kurikuler pelatihan vokal,” katanya.

Zainal juga berharap, radio ini bisa segera mendapatkan izin siar dan bisa bermanfaat bagi komunitas maupun masyarakat setempat. “Mudah-mudahan kami mampu memproduksi siaran berkualitas baik. Kami juga berharap, KPID Jateng tidak bosan untuk mendampingi dan membimbing kami,” harapnya.

Senada, Setiawan juga berharap radio Swara Salem bisa menjadi garda terdepan penyiaran serta menjadi rujukan di wilayah Salem.

Selanjutnya setelah melakukan evaluasi uji coba siaran ini, KPID Jawa Tengah akan mengajukan berkas radio Swara Salem ke KPI Pusat untuk ikut Forum Rapat Bersama (FRB). Melalui FRB ini akan diputuskan apakah radio Swara Salem bisa mendapatkan izin atau tidak. (YyK)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here