Home Berita KPID Mengajak Mahasiswa IAIN Pekalongan Menjadi Agen Literasi Media

KPID Mengajak Mahasiswa IAIN Pekalongan Menjadi Agen Literasi Media

93
0
SHARE

SEMARANG – Mahasiswa jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pekalongan melakukan kunjungan studi ke kantor Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Jawa Tengah, Selasa (30/10/2018). Sembilan puluh (90) mahasiswa tersebut didampingi dosen IAIN Pekalongan, Suryono Sukarno, Abdul Azim, Machfud Syaifudin dan Agus Muktiyono.

Ketua KPID Jateng, Budi Setyo Purnomo dalam sambutannya, mengatakan bahwa akhlak dan perilaku masyarakat Indonesia banyak dipengaruhi oleh program Lembaga Penyiaran. Tayangan sinetron misalnya, beberapa menyuguhkan perilaku maupun budaya yang bukan khas Indonesia. Hanya berorientasi pada kepentingan bisnis. Begitu juga dengan tayangan berita ataupun dialog-dialog interaktif yang banyak memihak satu kepentingan saja.

“Itulah peran KPI maupun KPID yang sangat penting untuk menjaga dinamika program Lembaga Penyiaran agar lebih baik,” katanya.

Ia juga mengingatkan bahwa KPID Jateng tidak bisa mengawal dan mengawasi secara maksimal program penyiaran tanpa bantuan dari masyarakat yang peduli akan penyiaran sehat.

“Mahasiswa juga termasuk agen-agen literasi media. Minimal bisa membimbing dan mengarahkan keluarga maupun masyarakat untuk bijak memilih program penyiaran yang baik dan sehat. KPID juga rutin mengadakan kegiatan literasi media,” tuturnya.

Sedangkan Wakil Ketua KPID Jateng, Asep Cuwantoro, menjelaskan bahwa KPID Jateng terbagi dalam tiga bidang, yaitu Kelembagaan, Isi Siaran, dan Perijinan. Bidang Kelembagaan mengatur secara internal KPID Jateng, serta eksternal yaitu Lembaga Penyiaran radio dan televisi. Salah satu fungsinya yaitu membantu dan ikut serta dalam miningkatkan bisnis penyiaran Lembaga Penyiaran. Jadi bisnis penyiarannya kuat dan isi siaran harus sehat. Untuk mewujudkan hal itu, KPID Jateng rutin mengadakan pelatihan bagaimana melakukan penyiaran secara baik, sehat dan benar.

“KPID juga selalu mengedukasi Lembaga Penyiaran agar tidak menyiarkan program berisi sara, saru, sadis dan seram. Jika hal tersebut disiarkan melalui saluran frekuensi, jelas itu tidak boleh karena melanggar Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3SPS),” jelasnya.

Asep juga mengingatkan kepada para mahasiswa, sebagai agen perubahan, janganlah berdiam diri. KPID tidak bisa berjalan sendiri tanpa bantuan dari masyarakat.

“Mahasiswa mempunyai semangat, idealisme dan pemikiran yang jernih, bersama KPID Jateng ayo kawal dan awasi program siaran radio maupun televisi yang tidak sehat. Saya berharap, perilaku bermedia kita ke depan lebih baik,” ajaknya.

Sementara, Komisioner Bidang Isi Siaran KPID Jateng, Sonakha Yuda Laksono mengungkapkan bahwa salah satu fungsi KPID adalah mengawasi isi siaran. Seluruh Lembaga Penyiaran, televisi maupun radio, yang bersiaran dan bisa ditangkap penyiarannya di Jawa Tengah, lokal ataupun nasional menjadi domain pengawasan KPID Jateng.

“KPID tidak harus menunggu KPI pusat, tapi juga bisa langsung melakukan teguran ke seluruh Lembaga Penyiaran, baik itu lokal maupun nasional. Seluruh masyarakat Jawa Tengah bisa berperan aktif dalam melakukan pengawasan isi siaran. KPID Jateng sangat terbuka menerima segala bentuk laporan pengawasan isi siaran terhadap radio dan televisi yang ada di Jawa Tengah melalui telepon, website, maupun media sosial,” pesannya.(YyK)