Home Berita Lembaga Penyiaran Harus Memastikan Kejelasan Sumber Berita

Lembaga Penyiaran Harus Memastikan Kejelasan Sumber Berita

94
0
SHARE

SEMARANG – Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Jawa Tengah menggelar klarifikasi aspek program siaran dalam rangka Evaluasi Uji Coba Siaran (EUCS) bersama dua Lembaga Penyiaran, yaitu radio Rama FM Wonosobo dan Perkumpulan Radio Komunitas An Nur FM, Slawi, Tegal. Kegiatan yang digelar di Lantai III Kantor KPID Jawa Tengah itu dihadiri para komisioner KPID Jawa Tengah dan dua pemohon yang memaparkan program siaran, Senin (26/11/2018). Evaluasi ini merupakan salah satu tahapan untuk mendapatkan Izin Penyelenggaran Penyiaran (IPP).

Komisioner KPID Jateng, Setiawan Hendra Kelana mengatakan, ada baiknya Lembaga Penyiaran berhati-hati dalam menyiarkan berita yang mengambil dari pihak lain. Diharapkan untuk memastikan kejelasannya.

“Boleh mengambil dari pihak lain, tapi harus jelas, jangan sampai informasi yang diambil tersebut tidak benar, hoaks. Cari sumber utama yang terpercaya. Hati-hati dalam menginformasikan berita yang diambil dari internet,” katanya.

Senada, Komisioner KPID Jateng, Dini Inayati juga berharap radio Rama tidak menyiarkan berita bersumber dari internet, tetapi liputan langsung atau bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten.

“Kami selalu menekankan kepada Lembaga Penyiaran agar menyiarkan informasi dengan sumber yang jelas dan terpercaya. Jangan sampai kita menyebarkan berita bohong maupun fitnah,” tuturnya.

Setiawan juga mengungkapkan jika sering mendengar radio memutar lagu Kebangsaan Indonesia Raya, tanpa syair, hanya instrumennya saja. “Padahal keuntungannya memutar lagu Indonesia Raya dengan syair adalah jika lagu itu didengarkan oleh anak-anak, maka bisa menjadikannya hafal. Daripada hafal lagu yang lainnya,” ungkapnya.

Dini berharap, dalam tahun politik 2019, agar radio menyiarkan Iklan Layanan Masyarakat (ILM). Selain iklan kampanye yang berbayar, radio harus memperbanyak ILM berbentuk seruan untuk masyarakat agar berpartisipasi mengikuti Pemilu. Juga seruan untuk partai politik agar tidak melakukan money politic. “Bentuknya sangat bermacam-macam, berisi imbauan-imbauan untuk melakukan sesuatu yang baik dan membangun,” katanya.  (YyK)