Home Berita Lembaga Penyiaran Harus Menjadi Penyejuk saat Pilkada

Lembaga Penyiaran Harus Menjadi Penyejuk saat Pilkada

267
0
SHARE
Wakil Ketua KPID Jawa Tengah, Asep Cuwantoro (kedua dari kanan) saat menghadiri dialog nasional Pro 3 RRI, Rabu (7/3/2018).
Wakil Ketua KPID Jawa Tengah, Asep Cuwantoro (kedua dari kanan) saat menghadiri dialog nasional Pro 3 RRI, Rabu (7/3/2018).

SEMARANG- Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Jawa Tengah akan terus mengawal pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2018 di Jawa Tengah. Terutama yang terkait dengan siaran masa kampanye. Wakil Ketua KPID Jawa Tengah, Asep Cuwantoro mengatakan, KPI turut mengawal Pilkada melalui udara.

“Lembaga penyiaran diharapkan bisa menjadi penyejuk dan menjadi pemecah masalah saat Pilkada,” kata Asep saat Dialog Nasional Pro 3 RRI Mengawal Pilkada Serentak 2018, Rabu (7/2/2018).

Asep mengimbau agar tidak hanya RRI yang ikut serta mengawal Pilkada, tetapi juga lembaga penyiaran lainnya.

Dialog juga menghadirkan Direktur Utama RRI Pusat Muhammad Rohanudin, Ketua Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Jawa Tengah Joko Purnomo dan Dosen Universitas Diponegoro (Undip) Semarang Dr. Amirudin.

Menurut Rohanuddin, RRI harus netral tidak boleh berpihak kepada partai politik. RRI juga harus menaati seluruh aturan yang dikeluarkan oleh KPU maupun KPI. “Negara harus hadir dalam mengawal kelancaran Pilkada Serentak yang dalam hal ini sudah dilakukan oleh RRI yang berpihak dari negara,” katanya.

Sementara itu, Ketua KPUD Jawa Tengah Joko Purnomo mengatakan, saat ini media butuh dana untuk operasional. Meski demikian, ia mengingatkan agar idealisme tak tergadaikan dengan “seolah-olah” netral.

“Untuk RRI masih tetap konsisten dengan mengemban amanat mencerdaskan masyarakat,” katanya.

Dosen Undip, Amirudin menambahkan, konten-konten yang disiarkan oleh lembaga penyiaran jangan sampai membuat masyarakat menjadi bingung dan gelisah. Lembaga penyiaran, kata dia, harus membuat konten jurnalisme yang mengusung kejujuran. (*)