SEMARANG – Lembaga Penyiaran Publik Lokal (LPPL) Merapi FM Boyolali berkunjung ke kantor Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Jawa Tengah untuk berkonsultasi tentang prosedur dan perijinan kepindahan lokasi, Kamis (19/07/2018).

Kunjungan Totok Suprapto ST, selaku Direktur Siaran LPPL Merapi FM dan jajarannya, diterima oleh Komisioner KPID Jateng, M Rofiuddin dan Asep Cuwantoro.

“Kepindahan itu masih sebagai wacana. Kami berusaha menyiapkan prosedur dan langkah apa saja yang harus ditempuh untuk pengurusan kepindahan lokasi. Sebelum melangkah mengurus proses perijinan, kami berkonsultasi ke KPID terlebih dahulu. KPID menyarankan, agar juga melapor ke Balai Monitoring (Balmon). Terkait ijin siar, pada dasarnya hanya pindah lokasi saja, dan selama masih dalam satu lingkup Kota/Kabupaten semoga tidak menjadi masalah,” kata Totok Suprapto.

Asep Cuwantoro, selaku Wakil Ketua KPID Jateng mengapresiasi langkah yang ditempuh LPPL Merapi FM mengenai kepindahan lokasi. Ia juga mengingatkan, agar LPPL selalu dikelola secara profesional.

“LPPL mendapatkan pembiayaan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Karena itu semangat dan kualitasnya harus melebihi lembaga penyiaran swasta. Terlebih, juga diberikan kesempatan untuk menyiarkan iklan komersial, ini bisa menunjang kualitas siaran menjadi lebih baik dan profesional,” kata Asep.

Dijelaskan Totok, walau kepindahan ini masih sebatas wacana dari Bupati Boyolali, namun sudah menemukan titik temu dan tinggal menunggu kepastian. “Memang belum diumumkan secara resmi oleh Bupati, tapi sudah mengerucut. Kemungkinan kepindahan ini segera menjadi kebijakan. Karena itu kami ingin menyiapkan kelengkapan perijinan sejak dini. Seperti misalnya ijin mendirikan bangunan (IMB) dan gangguan (HO), ijin siar, dan banyak lagi,” ungkapnya.

Rencana kepindahan lokasi LPPL Merapi FM itu terkait dengan tata kota Boyolali. Semula, radio milik pemerintah Kabupaten Boyolali itu berlokasi di seputaran Simpang Siaga, Boyolali, rencananya akan dipindah ke kompleks rumah dinas Bupati Boyolali. “Lahan untuk lokasi baru sudah ada, sedangkan studio lama, rencananya akan dijadikan taman kota. Lokasi saja yang pindah, alat dan perlengkapan siaran masih tetap sama,” kata Totok.

Ia menceritakan, rencana pemindahan radio yang selalu mengangkat kearifan lokal ini juga disambut antusias Bupati untuk menjadikan studio LPPL Merapi seunik mungkin. “Nantinya, juga masih wacana Bupati melalui Sekda, bangunan dan studio akan dijadikan seartistik mungkin. Akan dibikin berbeda dari radio pada umumnya,” ungkap Totok. (YyK)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here