Home Berita Pelajar Harus Cerdas Memilih Tayangan Sehat

Pelajar Harus Cerdas Memilih Tayangan Sehat

78
0
SHARE

PEMALANG – Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Jawa Tengah melihat bahwa tayangan televisi, juga siaran radio tanpa permisi masuk ke rumah-rumah yang kemudian dikonsumsi oleh anak-anak maupun orang tua. Hal tersebut disampaikan Setiawan Hendra Kelana, Komisioner Bidang Perizinan KPID Jateng dalam sambutannya pada kegiatan literasi media di SMK Al Muawanah Pemalang, Sabtu (27/10/2018).

“Melalui literasi media, KPID ingin pelajar jadi insan cerdas memilih tayangan yang layak. KPID berharap peserta yang hadir bisa menjadi agen untuk menyampaikan ke masyarakat agar tidak larut terbawa arus tayangan yang sekadar tontonan tidak jadi tuntunan,” katanya.

Sonakha Yuda Laksono, Komisioner Bidang Isi Siaran KPID Jateng menjelaskan bahwa media massa merupakan sarana dan saluran resmi sebagai alat komunikasi untuk menyebarkan berita dan pesan kepada masyarakat luas. Bentuk media massa bisa berupa film, surat kabar, majalah, radio, televisi, dan media online. Menurut survei Badan Pusat Statistik tahun 2015, penduduk berusia 10 tahun ke atas yang mengakses media, 7,54% memiliki kecenderungan mendengarkan radio, 13,11% membaca surat kabar atau majalah, 18,09% membaca berita elektronik, dan 91,47% menonton televisi.

“Yang perlu dilakukan masyarakat agar tidak terbawa arus siaran televisi adalah memilih acara yang bermanfaat, cerdas dalam menonton, dan kritis dalam mensikapi tontonan,” ungkapnya.

Ia dalam materinya yang berjudul “Potret Media Massa di Jawa Tengah” juga memaparkan untuk membangun masyarakat yang cerdas dalam bermedia diperlukan adanya self filtering atau kemampuan memilih dan memilah tayangan. Selain itu, dekonstruksi selera masyarakat akan konten dan glorifikasi literasi media terus digalakkan sebagai usaha mencerdaskan masyarakat.

Literasi media yang dimoderatori oleh Johan Syarifudin itu juga menghadirkan narasumber, Karyudi Prayitno, Wakil Kepala Sekolah Humas SMK Al Muawanah yang menyampaikan materi berjudul “Pemanfaatan Media Sosial serta Bahayanya bagi Pelajar”. Dalam pemaparannya, media sosial memiliki dampak positif bagi pelajar, diantaranya, sebagai media penyebaran informasi, sarana untuk mengembangkan keterampilan dan sosial.

“Media sosial memperluas jaringan pertemanan. Kita bisa berkomunikasi dengan siapa saja, bahkan dengan orang yang belum kita kenal sekalipun dari berbagai penjuru dunia. Kelebihan ini bisa kita manfaatkan untuk menambah wawasan, bertukar pikiran, saling mengenal budaya dan ciri khas daerah masing-masing,” paparnya.

Ia juga mengingatkan bahwa media sosial juga memiliki dampak negatif. Bisa mengakibatkan kecanduan situs jejaring sosial yang dapat membahayakan kesehatan karena memicu orang untuk mengisolasikan diri. Kerusakan fisik juga sangat mungkin terjadi. Penyakit punggung merupakan hal yang umum terjadi pada orang-orang yang menghabiskan banyak waktu duduk di depan meja komputer. Media sosial juga bisa menimbulkan kejahatan dunia maya, serta membuat waktu terbuang dengan sia-sia.

“Media sosial tetap saja memiliki dampak positif dan negatifnya, tergantung bagaimana kita selaku pelajar memaknai penggunaan media sosial tersbut. Peran orang tua dan para guru di sekolah sangat diharapkan untuk membantu remaja dalam membatasi diri dalam media sosial,” tandasnya.

Menurut Kepala Sekolah SMK Al Muawanah, Drs Sonhaji, literasi media ini sangat berguna bagi siswa. Kegiatan ini memberi wawasan tentang penyiaran kepada siswa.(YyK)