Home Berita Penyiaran Sehat Dukung Demokrasi Hebat

Penyiaran Sehat Dukung Demokrasi Hebat

119
0
SHARE

SEMARANG. Lembaga Penyiaran menjadi sarana yang efektif untuk melakukan kampanye para peserta Pemilu 2019. Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Jawa Tengah selalu mengingatkan agar Lembaga Penyiaran mengedepankan asas keberimbangan dan menaati peraturan kampanye.

“Demokrasi berhubungan dengan banyak hal, salah satunya adalah penyiaran. Lembaga Penyiaran menjadi sarana yang efektif untuk mengenalkan diri bagi peserta Pemilu. Tetapi harus sesuai aturan. Jika dilakukan dengan cara-cara yang benar, sesuai aturan, kampanyenya sehat dan penyiarannya sehat, maka proses tersebut bisa menjadikan demokrasi yang hebat,” kata Komisioner KPID Jawa Tegah Bidang Perijinan, Setiawan Hendra Kelana saat Dialog Interaktif di Pro Alma FM Semarang, Selasa (16/10/2018).

Dialog interaktif dengan tema “Penyiaran Sehat, Demokrasi Hebat” itu menghadirkan narasumber Setiawan Hendra Kelana Komisoner KPID Jateng, dan Budi Sudaryanto.

Setiawan menjelaskan, pada tahun politik, Lembaga Penyiaran banyak yang merasa takut untuk ikut menyiarkan konten Pemilu. Kekhawatiran itu karena takut jika melanggar aturan siaran.

“Asal tidak melanggar, sebenarnya tidak perlu takut. Jika menyiarkan berita tentang peserta Pemilu misalnya, tentu yang digunakan adalah etika jurnalistik dan penyiaran. Di tahun Pemilu sebelumnya, ada beberapa pelanggaran, ke depan hal tersebut sudah diatisipasi. Peserta Pemilu pasti akan menggunakan Lembaga Penyiaran sebagai sarana untuk memperkenalkan diri,” kata Komisioner yang akrab disapa Iwan ini.

Pada Pemilu 2019, KPID, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) dan Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah membentuk Gugus Tugas utuk mengawasi Pemilu. KPID bertugas untuk mengawasi penyiaran pada Lembaga Penyiaran. “Jika ditemukan pelanggaran penyiaran, maka KPID berhak memberikan sanksi pada Lembaga Penyiaran,” ungkapnya.

KPID juga mengajak masyarakat untuk ikut mengawasi dan melaporkan jika terjadi dugaan pelanggaran siaran Pemilu. “Silahkan masyarakat melaporkan jika terdapat dugaan pelanggaran, bisa melalui website KPID, SMS Aduan, maupun media sosial KPID. Jika ada aduan dari masyarakat, KPID memiliki rekaman siaran Lembaga Penyiaran. Rekaman tersebut untuk kroscek dan sebagai bahan kajian, apakah dugaan pelanggaran tersebut benar adanya,” tuturnya. (YyK)