MAGELANG – Untuk mempertajam pemantauan terhadap isi siaran, Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Jawa Tengah menyelenggarakan pelatihan bagi tenaga pemantauan di ruang Amarta, Hotel Puri Asri Magelang, Jumat (14/09/2018).

Ketua KPID Jateng, Budi Setyo Purnomo, mengatakan, selain memahami Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3SPS), tenaga pemantauan juga harus mengerti tentang kode etik jurnalistik.

“Siaran jurnalistik banyak ditayangkan di televisi, yang juga harus diawasi. Saling belajar dan berdiskusi tentang temuan pelanggaran harus sering dilakukan. Harapannya, KPID jateng bisa lebih cepat dalam menemukan isi siaran yang diduga melanggar,” ungkapnya.

Komisioner KPID Jateng, Setiawan Hendra Kelana, menyampaikan bahwa saat ini banyak Lembaga Penyiaran yang memiliki program khusus menyiarkan berita. Walau kode etik jurnalistik mengikat jurnalis, tapi produknya ada yang tayang di Lembaga Penyiaran, tak hanya di media cetak.

“UU Penyiaran dan UU Pers harus dipahami. Banyak karya jurnalistik tayang di Lembaga Penyiaran yang harus kita perhatikan. Tidak menutup kemungkinan terjadi pelanggaran,” katanya.

Sedangkan Wakil Ketua KPID Jateng, Asep Cuwantoro mengimbau untuk tidak setengah hati dalam melakukan pemantauan. “Esensi kerja kita yang utama, kalau tidak menemukan pelanggaran, tidak usah mengada-ada. Saya harap semua pegawai di lingkup KPID Jateng santai tapi serius dalam bekerja. Karena semua pegawai memiliki peran strategis masing-masing,” tuturnya.

Menurut Komisioner KPID Jateng, Sonakha Yuda Laksono, fungsi utama KPID adalah mengawasi isi siaran, karena itu tenaga pemantauan merupakan salah satu ujung tombaknya. Peran tenaga pemantauan sangat penting untuk mengawasi isi siaran yang tayang di Lembaga Penyiaran.

“Kami berharap, temuan dari tim pemantauan semakin lebih baik. Acuan utamanya adalah P3SPS, sering-seringlah membaca dan belajar,” katanya. (yyk)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here