SEMARANG – Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Provinsi Jawa Tengah berdasarkan Pasal 8 Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2002 tentang Penyiaran berwenang mengawasi pelaksanaan Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3 dan SPS), serta memberikan sanksi terhadap pelanggarannya.

Berdasarkan pemantauan isi siaran dan hasil kajian, KPID Provinsi Jawa Tengah telah menemukan pelanggaran dalam Program “Rumah Uya” yang disiarkan oleh Trans 7 pada tanggal 24 Juni 2019 pukul 16.14 WIB. Dalam program tersebut ditayangkan materi siaran tentang permasalahan kehidupan pribadi seseorang, yaitu terkait perselingkuhan oleh pasangan yang telah bertunangan.

Dikatakan Ketua KPID Provinsi Jawa Tengah, Budi Setyo Purnomo, diputuskan bahwa siaran tersebut melanggar Peraturan KPI Nomor 2 Tahun 2012 tentang Standar Program Siaran (SPS) Pasal 13 dan Pasal 14 tentang batasan program siaran yang memuat permasalahan kehidupan pribadi. “Atas dasar itulah KPID Provinsi Jawa Tengah memberikan sanksi administratif Teguran Tertulis,” ungkapnya.

Menurut Komisioner Bidang Isi Siaran KPID Provinsi Jawa Tengah, Sonakha Yuda, ditemukan juga pelanggaran dalam Program “Nyai Ageng Ratu Pemikat” yang disiarkan oleh ANTV pada tanggal 24 Juni 2019 pukul 20.06 WIB. Dalam Program tersebut banyak mengandung adegan dewasa yang tidak layak untuk disaksikan kalangan anak dan remaja.

Foto : www.metube.id

KPID Provinsi Jawa Tengah memutuskan bahwa siaran tersebut melanggar Peraturan KPI Nomor 2 Tahun 2012 tentang Standar Program Siaran (SPS) Pasal 37 bahwa Program siaran klasifikasi R dapat mengandung pembahasan atau penggambaran adegan yang terkait dengan seksualitas serta pergaulan antar pria-wanita sepanjang disajikan dalam konteks pendidikan fisik dan psikis remaja. Atas dasar tersebut, KPID Provinsi Jawa Tengah memutuskan memberikan sanksi administratif Teguran Tertulis.

Komisioner Bidang Isi Siaran KPID Provinsi Jawa Tengah, Dini Inayati mengungkapkan, pelanggaran juga ditemukan dalam Program “Cinta Suci” yang disiarkan oleh SCTV pada tanggal 23 Juni 2019 pukul 19.58 WIB. Dalam program tersebut ditayangkan adegan kekerasan dengan cara ditampar dan dicekik serta korban dalam kondisi berdarah dan teraniaya. Penayangan program bermuatan kekerasan di luar jam siar dewasa dapat berdampak buruk bagi anak dan remaja.

Foto: https://media.tabloidbintang.com/files/thumb/cinta-suci-sctv-1.jpg/745

KPID Provinsi Jawa Tengah memutuskan bahwa siaran tersebut melanggar Peraturan KPI Nomor 2 Tahun 2012 tentang Standar Program Siaran (SPS) Pasal 25 bahwa siaran yang mengandung muatan adegan kekerasan dibatasi hanya boleh disiarkan pada klasifikasi D, pukul 22.00-03.00 waktu setempat.

Atas dasar tersebut, KPID Provinsi Jawa Tengah memutuskan memberikan sanksi administratif Teguran Tertulis.

Selanjutnya lembaga penyiaran diminta menaati ketentuan dalam Undang-undang dan Peraturan Penyiaran. Jika dalam waktu 7 (tujuh) hari kalender setelah surat sanksi administratif tersebut diterima oleh lembaga penyiaran yang bersangkutan dan tidak dilaksanakan perbaikan, maka akan dilakukan sanksi selanjutnya sesuai ketentuan yang berlaku.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here