Semarang- Komisi Penyiaran Daerah Indonesia (KPID) Provinsi Jawa Tengah melakukan audiensi dengan Badan Kerja Sama Organisasi Wanita (BKOW) Provinsi Jawa Tengah pada Senin (2/2/2026) sebagai upaya meningkatkan literasi media penyiaran yang ramah anak dan perempuan. Kolaborasi ini menjadi bagian dari komitmen bersama untuk menciptakan ekosistem penyiaran yang sehat, edukatif, dan berperspektif perlindungan kelompok rentan.
Sinergi antara KPID Jawa Tengah dan BKOW Provinsi Jawa Tengah dilakukan dengan merumuskan strategi dan program aksi nyata, tidak hanya terbatas pada penyiaran, tetapi juga direncanakan akan diwujudkan melalui berbagai program, antara lain edukasi literasi media, diskusi publik, sosialisasi pedoman perilaku, serta kampanye tentang pentingnya gerakan bersama untuk mendukung tumbuh kembang anak dan pemberdayaan perempuan. Menurut data rekap yang diolah oleh KPID Jawa Tengah, muatan kekerasan terhadap perempuan dan anak masih banyak ditemukan dalam siaran.

Koordinator Bidang Pengelolaan Kebijakan dan Sistem Penyiaran (PKSP) KPID Jawa Tengah, Intan Nurlaili, menyampaikan bahwa kampanye bersama dan literasi media penyiaran memiliki peran strategis dalam membangun kesadaran masyarakat, khususnya perempuan dan anak, agar mampu memilah dan menyikapi siaran secara bijak dan kritis. “Di tengah derasnya arus informasi, penguatan literasi penting untuk mencegah dampak negatif dari tayangan yang tidak sesuai dengan nilai perlindungan anak dan perempuan. Sinergi antara KPID dan BKOW merupakan langkah yang tepat dalam menciptakan ruang siar yang aman untuk bersama,” tegas Intan.
Sementara itu, Ketua Umum BKOW Jawa Tengah, Hj.Nawal Arafah Yasin, M.S.I, sangat mengapresiasi kolaborasi ini karena penting untuk menghadapi isu-isu masa kini. “Sinergi antara KPID dan BKOW dapat meningkatkan kreatifitas dan kebersamaan dan menjadi modal utama dalam menciptakan lingkungan yang sehat, aman, dan mencerminkan nilai-nilai positif untuk anak dan Perempuan. Dengan demikian, diharapkan dapat mengubah pola pikir dan perilaku masyarakat secara bertahap serta mengurangi pola-pola negatif,” ujar Nawal.

Nawal pada kesempatan tersebut juga berkomitmen bahwa BKOW yang mewadahi 38 organisasi perempuan di Jawa Tengah ini siap menjadi mitra aktif KPID dalam mensosialisasikan pentingnya penyiaran ramah anak dan perempuan. Jaringan organisasi wanita yang tergabung dalam BKOW diharapkan mampu menjadi agen literasi media di lingkungan keluarga dan masyarakat.
Tidak hanya itu, KPID dan BKOW selanjutkan akan bersama-sama merencanakan program yang detail untuk mengidentifikasi isu strategis perempuan dan anak di Jawa Tengah. Rencana program ini akan menjadi dasar penentuan langkah-langkah berkala dan terkoordinasi. Supaya bisa membangun kesadaran kolektif yang lebih luas, kolaborasi ini juga akan mengajak lebih banyak lagi organisasi perempuan yang ada di Jawa Tengah untuk bergabung.
Melalui langkah ini, Intan berharap nilai-nilai penyiaran yang sehat, beretika, dan berkeadilan dapat semakin dipahami dan diterapkan oleh masyarakat luas, sekaligus mendorong lembaga penyiaran untuk terus menghadirkan program-program yang berkualitas dan bertanggung jawab.




