SURAKARTA – Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Provinsi Jawa Tengah dalam rangka memperingati Hari Kartini menyerukan pentingnya perspektif gender di dunia penyiaran, baik radio maupun televisi. Diungkapkan Koordinator Bidang Isi Siaran Ari Yusmindarsih dari temuan tim pemantauan KPID Jawa Tengah pada kurun 2020, terdapat 50% lebih konten siaran yang masih menempatkan perempuan subordinat dari laki-laki.

“Ini tak lepas dari kekurangpemahaman SDM penyiaran tentang P3SPSS sehingga di output program masih terjadi pelanggaran. Selain itu KPID juga mendorong masyarakat supaya aktif melaporkan konten yang tidak akomodatif terhadap permasalahan perempuan. Kesadaran ini harus dibangun bersama supaya media mau memperbaiki kesalahan dan ke depan pelanggaran akan bisa diminimalisasi,” jelasnya pada talkshow dengan tema “Mewujudkan Isi Siaran yang Berpihak pada Perempuan”, di TA TV Surakarta, Rabu (21/4).

Sementara itu Ketua KPID Provinsi Jawa Tengah Muhammad Aulia menandaskan bahwa media penyiaran harus memiliki misi untuk menginformasikan hal edukatif, termasuk keberpihakan pada perempuan.

“Kami punya visi untuk terus meningkatkan kapasitas SDM penyiaran, dan akan lebih tegas lagi dalam memantau isi siaran sehingga kepentingan masyarakat bisa terpenuhi. Konten-konten siaran harus bisa lebih mengikuti perkembangan zaman, termasuk perspektif Kartini masa kini, bukan paradigma Kartini masa lalu. Ini terlihat dari beberapa program TV yang mengesampingkan peran perempuan ketika sudah masuk di ranah publik. Sektor domestik masih dominan diisi oleh perempuan dengan stereotype menyedihkan, dipoligami, menjadi korban perselingkuhan, pemaaf, penurut dan lainnya,” tegasnya.