KUDUS – Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Provinsi Jawa Tengah menyelenggarakan agenda literasi media bertajuk “KPID Goes to Campus: Cakap Bermedia, Kritis Bersuara” di Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kudus pada 24 November 2025. Kegiatan ini membuka ruang diskusi mendalam mengenai peran siaran dan media dalam membentuk cara pandang, menilai peristiwa, hingga mengenali diri sendiri di tengah arus informasi yang bergerak sangat cepat.

Acara ini menghadirkan keynote speaker Prof Dr H Abdurrohman Kasdi, yang menekankan bahwa siaran telah menjadi bingkai yang secara perlahan membentuk pola pikir masyarakat, bahkan sebelum mereka menyadarinya.

Di lingkungan akademik UIN Sunan Kudus, diskusi berfokus pada pertanyaan fundamental tentang bagaimana citra publik dibangun, disiarkan, dan kemudian membentuk pola pikir mahasiswa sebagai konsumen media yang cerdas.

Tiga narasumber utama turut hadir untuk mengupas tuntas relasi antara tayangan, representasi, dan imajinasi publik, yaitu, Hendrik SP Hutabarat, Komisioner Bidang Kelembagaan KPID Jawa Tengah, Dr. Hj. Siti Malaicha Dewi, Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam UIN Sunan Kudus, Anas Syahirul Alim, Komisioner Bidang Isi Siaran KPID Jawa Tengah.

Diskusi yang dimoderasi oleh Mukhammad Nur Huda, Komisioner Bidang Isi Siaran KPID Jawa Tengah, menghadirkan percakapan yang tidak hanya informatif, tetapi juga mendorong peserta untuk menguji cara mereka memahami realitas yang terus diproduksi oleh media.

Kegiatan ini bukan sekadar agenda literasi media biasa, melainkan sebuah latihan kesadaran kritis. Peserta diajak untuk melihat bahwa media penyiaran memiliki kekuatan untuk menggambarkan dunia sekaligus membentuk manusia yang mengonsumsinya.

Di tengah arus citra yang tak pernah berhenti, kita belajar menjaga kejernihan agar tidak hanya menjadi “yang terbentuk”, tetapi menjadi subjek yang memilih, menimbang, dan berpikir.

Pertemuan di UIN Sunan Kudus ini menegaskan komitmen KPID Jawa Tengah untuk terus meningkatkan kesadaran publik, khususnya generasi muda, tentang pentingnya literasi media agar dapat menjadi konsumen media yang kritis dan selektif.