SEMARANG- Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Jawa Tengah menggelar rapat persiapan Evaluasi Dengar Pendapat (EDP) bersama para pemohon izin penyelenggaraan penyiaran, Kamis (24/5/2018). Rapat berlangsung di aula lantai 3 Kantor KPID Jawa Tengah, Jalan Tri Lomba Juang No. 6 Kota Semarang.

Komisioner Bidang Perizinan, Setiawan Hendra Kelana menyebutkan, ada sebanyak 37 pemohon yang hadir dalam rapat tersebut. Rapat serupa juga akan digelar pada Jumat (25/5/2018) bersama 32 pemohon lainnya.

“Kami sudah lakukan verifikasi faktual dan bertemu dengan pemohon. Melihat langsung kantor dan tempat yang akan dijadikan studio. Masih ada proses yang harus dijalani,” katanya.

Dia menyampaikan, EDP akan dilaksanakan di tiga lokasi, yaitu Pati (30-31 Mei 2018) dengan 19 pemohon, Magelang (4-5 Juni 2018) dengan 18 pemohon dan
Purwokerto (7-8 Juni 2018) dengan 32 pemohon.

Ketua KPID Jawa Tengah Budi Setyo Purnomo mengatakan, jumlah peluang usaha penyiaran yang dibuka di wilayah Jawa Tengah tak sebanding dengan jumlah pemohon. Untuk itu, lanjut dia, akan diadakan beauty contest. Hanya pemohon yang memenuhi harapan yang akan menerima frekuensi.

“Frekuensi adalah kekayaan terbatas dan milik publik. Pengusaha hanya dipinjami,” katanya.

Budi berpesan kepada para pemohon agar menyampaikan yang terbaik saat EDP nanti. Ia juga berharap kepada penerima frekuensi agar mengelola radio dengan baik.

“Meskipun berada di desa. Radio di desa bisa lebih baik dari kota. Banyak yang bisa digali di desa itu,” katanya.

Komisioner KPID Bidang Kelembagaan, M Rofiuddin menyampaikan, peserta EDP yang hadir nantinya maksimal 3 orang untuk masing-masing pemohon. Dia mengatakan, verifikasi faktual yang dilakukan beberapa waktu lalu menjadi pegangan KPID dalam EDP nantinya.

Ia berpesan agar para pemohon terbuka dan jujur saat EDP. “Jangan berharap terlalu tinggi dengan memberikan keterangan yang mengada-ada,” katanya. (*)