SEMARANG – Dalam rangka memperingati Hari Kartini, DP3AKB Provinsi Jawa Tengah bekerjasama dengan Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Jawa Tengah menyelenggarakan webinar Ngopi Penak Episode 159 dengan tema “Melanjutkan Jejak Kartini: Perempuan Menggerakkan Narasi Positif di Era Digital” pada Kamis, 23 April 2026. Kegiatan ini menyoroti pentingnya peran perempuan dalam membentuk ekosistem media yang sehat, khususnya di sektor penyiaran.
Disampaikan oleh Koordinator Bidang Pengelolaan Kebijakan dan Sistem Penyiaran KPID Jawa Tengah, Intan Nurlaili, bahwa perempuan memiliki posisi strategis dalam industri penyiaran, tidak hanya sebagai audiens tetapi juga sebagai produsen konten dan pengarah opini publik. Intan menekankan bahwa lembaga penyiaran harus mampu menghadirkan konten yang adil gender, edukatif, dan bebas dari stereotip.

Menurut Intan, tantangan terbesar penyiaran saat ini adalah menjaga kualitas isi siaran di tengah arus konvergensi media dan derasnya konten digital. Oleh karena itu, keterlibatan perempuan dalam proses produksi hingga pengawasan isi siaran menjadi sangat penting untuk memastikan bahwa nilai-nilai kesetaraan dan keberagaman dapat terakomodasi secara optimal.
“Perempuan tidak boleh hanya menjadi objek dalam media, tetapi harus menjadi subjek yang menentukan arah narasi,” kata Intan. Hal ini sejalan dengan semangat perjuangan Raden Ajeng Kartini yang memperjuangkan akses dan kesetaraan bagi perempuan di ruang publik.
Sementara itu, Kepala DP3AKB Provinsi Jawa Tengah, Ema Rahmawati, menyampaikan bahwa penguatan peran perempuan perlu didukung oleh kebijakan yang inklusif dan akses yang setara terhadap informasi. Ia menegaskan bahwa perempuan saat ini harus mampu menjadi aktor utama dalam pembangunan, termasuk dalam menghadapi tantangan era digital.
Dari sisi pegiat literasi, Indah Darmastuti menggarisbawahi pentingnya kemampuan berpikir kritis dan etika bermedia. Ia menilai bahwa perempuan memiliki potensi besar sebagai agen perubahan dalam membangun narasi positif di ruang digital, sebagaimana tercermin dalam pemikiran Habis Gelap Terbitlah Terang.

Kegiatan ini menegaskan bahwa penguatan peran perempuan dalam penyiaran tidak dapat dilakukan secara parsial, melainkan membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, komunitas literasi, dan lembaga penyiaran. Dengan sinergi tersebut, diharapkan tercipta ruang media yang lebih inklusif, berkualitas, dan berperspektif gender.
Melalui momentum ini, semangat Kartini diharapkan terus hidup dalam bentuk kontribusi nyata perempuan, khususnya dalam membangun narasi positif di media dan membentuk ekosistem penyiaran yang bertanggung jawab di era digital. (#)




