SEMARANG – Komisi Penyiaran Indonesia Daerah Jawa Tengah, Bawaslu Jawa Tengah dan KPU Jawa Tengah membentuk Gugus Tugas untuk pengawasan penyiaran, pemberitaan dan iklan kampanye Pemilu 2019. Tiga lembaga tersebut menggelar pertemuan di Kantor Bawaslu Jawa Tengah pada Rabu (26 September 2018).

“KPID, Bawaslu dan KPU sepakat untuk sinergi melakukan pengawasan secara maksimal kaitannya dengan penyiaran, pemberitaan dan iklan kampanye,” kata Ketua KPID Jawa Tengah Budi Setyo Purnomo.

Budi menyatakan bahwa Pemilu 2019 sangat menarik dari berbagai kajian. Selain mengawinkan Pileg dan Pilpres, Pemilu 2019 juga kemungkinan ada kompetisi antara calon legislatif antar partai maupun di internal partai. Persaingan bisa saja ketat untuk memperebutkan kursi wakil rakyat di berbagai level dan juga antar calon DPD.

Budi menyebut salah satu yang akan diperebutkan adalah ruang opini public melalui penyiaran, pemberitaan dan iklan kampanye. Agar kompetisi bisa fair maka KPID, Bawaslu dan KPU sepakat untuk melakukan pengawasan secara bersama-sama.

Anggota KPU Provinsi Jawa Tengah Muslim Aisa menyatakan tiga lembaga ini alan bersama-sama mensosialisasikan batasan dan aturan main dalam pemberitaan, penyiaran dan iklan kampanye. Sosialisasi itu kepada peserta pemilu, perusahaan pers, perusahaan lembaga penyiaran hingga ke jajaran penyelenggara pemilu.

Anggota Bawaslu Jawa Tengah Rofiuddin menyatakan ada beberapa kesepahaman antar anggota Gugus Tugas. Nantinya kesepakatan itu akan diwujudkan dalam memorandum of understanding (MoU), pertunjuk tekhnis hingga standar operasional prosedur (SOP).

Kesepahaman itu meliputi: ruang lingkup, peningkatan sumber daya manusia, pemantauan, penanganan dan kajian, pembagian data dan informasi, bentuk sanksi hingga pengawalan pemberian sanksinya.

Anggota KPID Jawa Tengah Dini Inayati menyatakan tiga lembaga ini sudah pernah membentuk Gugus Tugas dalam momentum pilkada 2018. Peran-peran penting gugus Tugas harus terus ditingkatkan guna menjamin pelaksanaan pemilu 2019.

Anggota Bawaslu Jawa Tengah Gugus Risdayanto menyatakan posisi Gugus Tugas sangat menarik untuk mendorong penyiaran dan pemberitaan secara adil kepada peserta pemilu. Selama ini terkadang ada peserta pemilu yang ingin popular dengan memanfaatkan lembaga penyiaran. Agar pemilu bisa adil dan berimbang maka Gugus Tugas harus melaksanakan fungsi pengawasannya.