SEMARANG – Salah satu fungsi Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Jawa Tengah adalah memastikan masyarakat mendapatkan program siaran yang layak dan benar sesuai hak asasi manusia. Jika terdapat pelanggaran, akan dilakukan teguran, bahkan dihentikan. Demikian dikatakan Wakil Ketua KPID Jawa Tengah, Asep Cuwantoro saat menemui lima mahasiswa jurusan Sastra Indonesia angkatan 2015 Universitas Diponegoro yang melakukan penelitian terkait Kebijakan Penyiaran, di kantor KPID Jawa Tengah, Rabu (12/9/2018).

“Itu dilakukan untuk melindungi publik Jawa Tengah. Karena KPID merupakan lembaga untuk membina dan mengedukasi, bukan membinasakan. KPID tidak hanya sekadar memberikan punishment, tapi juga memberikan rewards, misalnya penghargaan untuk penyiar terbaik, lembaga penyiaran terbaik, Iklan Layanan Masyarakat(ILM) terbaik, dan membina penyiar. Tujuan KPID supaya bisnis penyiaran dan isi siaran sehat,” kata Asep yang mendukung mahasiswa untuk melakukan penelitian di KPID Jawa Tengah.

Ia juga mengingatkan agar masyarakat selalu mendampingi anaknya ketika menonton televisi. “Supaya anak aman, karena ini di ruang publik. Ketika orangtua sibuk, jangan lantas anak dibiarkan menonton televisi sendiri. Ini sama saja menitipkan anak dengan televisi. Jangan salahkan stasiun televisi saat anak menonton program di luar jam batasan usianya,” pesan Asep.

Dijelaskannya, untuk mengedukasi masyarakat, KPID Jateng selalu melakukan literasi media, dalam satu tahunnya diadakan duapuluh kali. Merupakan program jangka panjang KPID untuk mencerdaskan masyarakat.

“Harapannya, jika masyarakat cerdas, tayangan seperti apapun, tidak masalah. Jika tayangannya bagus silahkan diapresiasi, jika jelek, masyarakat dengan sadar meninggalkannya. Mahasiswa pun juga mempunyai tugas untuk turut mencerdaskan masyarakat dengan mengajak menonton tayangan yang baik dan sehat,” tutur Asep.

Terkait peraturan, Asep menjelaskan, KPID menggunakan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 32 Tahun 2002 Tentang Penyiaran serta Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3SPS) Tahun 2012 yang harus dipatuhi.

“KPI dan KPID memiliki tenaga pemantau yang selalu mengawasi isi siaran. Temuan dari tim pemantau ini akan dikaji terlebih dahulu, apakah tayangan tersebut melanggar atau tidak. Begitu juga jika ada aduan dari masyarakat, dikaji terlebih dahulu, kalau memang melanggar, KPID akan memberikan teguran,” tutup Asep.   (YyK)