SEMARANG. Sebagai Lembaga Penyiaran Publik (LPP), Radio Republik Indonesia (RRI) diharapkan selalu melayani kepentingan masyarakat. Untuk dapat memberikan layanan yang baik bagi masyarakat, maka harus mengetahui apa yang menjadi kebutuhan masyarakat.

“Publik harus dipahami dan dilayani. Selalu netral, beritakanlah apa yang dijumpai dan itu hal fakta, tidak menjelekan salah satu,” kata Wakil Ketua Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Jawa Tengah, Asep Cuwantoro saat Dialog Interaktif Jateng Pagi, di Studio Pro 1 RRI Semarang, Selasa (4/8/2018)

Dialog interaktif dengan topik “Kiprah RRI dalam Empat Masa” itu menghadirkan narasumber Nuning Dewan Pengawas, Asep Cuwantoro KPID Jateng, dan Gunawan Wicaksono Ketua STIKOM Semarang.

Asep mengungkapkan, di Jawa Tengah terdapat beberapa Lembaga Penyiaran Publik Lokal (LPPL) di Kabupaten/Kota yang bisa diajak untuk memperkaya sumber pemberitaan. “Jadi LPPL tersebut bisa diajak berkerja sama terkait pemberitaan,” ungkapnya.

Dalam perkembangannya, dikatakan Nuning, RRI harus membangun hubungan yang kuat dengan masyarakat dan selalu menjaga kearifan lokal. “RRI bisa memanfaatkan sosial media dan kegiatan off air. Mempunyai inovasi dan gagasan baru, termasuk mempromosikan RRI-nya sendiri. Melibatkan masyarakat secara langsung. Dewan Pengawas juga akan terus melakukan inovasi, dan semoga bisa mengawal agar lebih bermanfaat,” tuturnya.

Peran dan fungsi radio harus tetap dipertahankan melalui inovasi. “Tantangan era milenial harus dipenuhi, karena itu, kreatifitas lebih ditingkatkan. Berkreasi sangat diperlukan untuk lebih dekat dengan kaum milenial saat ini,” kata Gunawan.

Asep juga berharap RRI terus mempertahan apa yang sudah dijalankan selama ini. “Tinggal meng-upgrade program. Jangan sampai terbesit, hanya menghabiskan anggaran,” tutupnya.   (YyK)