SEMARANG – Berdasarkan hasil pemantauan isi siaran, Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Jawa Tengah memberikan rekomendasi teguran dan penghentian program acara kepada Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat.

Ketua KPID Jateng, Budi Setyo Purnomo mengatakan, berdasarkan rapat pleno, dan masukan dari tokoh masyarakat, beberapa isi siaran ada yang direkomendasikan untuk dihentikan penayangannya. “Laporan pelanggaran ada yang didapat langsung dari hasil monitor tim pemantau terhadap isi siaran. Ada juga dari laporan masyarakat. Kami merekomendasikan dan berkoordinasi dengan KPI Pusat,” katanya

Komisioner Bidang Isi Siaran KPID Jateng, Sonakha Yuda Laksono, mengatakan beberapa isi siaran yang direkomendasikan untuk dihentikan tersebut di antaranya, sinetron Anak langit yang ditayangkan oleh SCTV, karena dalam adegannya acap kali menampilkan kekerasan. Misalnya pada penayangan tanggal 26 Februari 2019 menampilkan adegan tawuran antar geng, dan penayangan tanggal 1 Maret 2019 terdapat adegan salah satu anggota geng motor menghina pelayan restoran dengan berkata “lihat aja mukenye kaya pantat ayam”. Landasan hukum pelanggarannya yakni SPS Bab XIII Pasal 23 huruf(a) dan Pasal 24 ayat 1.

Juga merekomendasikan pemberhentian program acara L.O.L yang ditayangkan oleh Trans TV, karena video yang dipilih untuk ditayangkan tidak memperhatikan norma kesopanan dan kesusilaan. Landasan hukum pelanggarannya yakni Standar Program Siaran (SPS) Bab V Pasal 9.

KPID Jawa Tengah merekomendasikan ke KPI Pusat teguran untuk program acara Pesbukers yang ditayangkan oleh ANTV pada tanggal 26 Februari 2019, terdapat ungkapan makian tidak sesuai dengan norma yang berlaku di masyarakat. Landasan hukum pelanggarannya yaitu SPS Pasal 15 ayat 1, Pasal 24 ayat 1, dan Pasal 37 ayat 4 huruf (a).

Rekomendasi teguran ke KPI Pusat juga diperuntukkan program acara animasi BEN 10 yang disiarkan oleh NET TV pada 27 Februari 2019 pukul 07.50 WIB. Siaran tersebut terklasifikasi SU, tapi menayangkan adegan perkelahian dengan memukul kepala dan menendang beberapa orang hingga terpental, juga seorang anak ditarik dan dicekik leher bagian belakang, adegan tersebut dinilai tidak mempertimbangkan perlindungan terhadap kepentingan anak ataupun remaja. Landasan hukum pelanggarannya yaitu SPS Pasal 39.

KPID Jateng mengharapkan seluruh lembaga penyiaran baik radio maupun televisi di Jawa Tengah untuk tetap mengacu pada Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3SPS) dalam melaksanakan siaran.