SEMARANG – Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Provinsi Jawa Tengah menyerukan imbauan kepada lembaga penyiaran di Jawa Tengah untuk lebih aktif dalam menyiarkan konten pencegahan pandemi Covid-19. Siaran pencegahan dapat berupa imbauan untuk menaati protokol kesehatan, menjaga pola hidup sehat, dan sebagainya.

Seruan tersebut terkait dengan peningkatan kasus persebaran covid-19 yang cukup tinggi di beberapa daerah di Jawa Tengah. “Pada masa PPKM Darurat Lembaga Penyiaran dapat kita kategorikan ranah esensial, dan esensi lembaga penyiaran dalam hal ini adalah sebagai media sosialisasi dan edukasi pada masyarakat untuk taat protokol kesehatan,” jelas Ari Yusmindarsih, Koordinator Bidang Isi Siaran KPID Jawa Tengah.

KPID Jawa Tengah melalui surat edaran yang disampaikan kepada seluruh lembaga penyiaran di Jawa Tengah, menyerukan beberapa poin peningkatan siaran pencegahan covid-19, yaitu:

  1. Meningkatkan intensitas ILM Pencegahan Covid-19;
  2. Memberikan contoh penerapan protokol kesehatan dalam aktivitas siaran;
  3. Menyampaikan imbauan langsung secara intensif melalui presenter/penyiar;
  4. Menyampaikan pesan edukasi pencegahan Covid-19 dalam program siaran;
  5. Memperbanyak durasi program pembelajaran untuk peserta didik.

Ketua KPID Jawa Tengah, Muhammad Aulia, menegaskan bahwa lembaga penyiaran dituntut untuk berperan aktif dalam memberikan edukasi pada masyarakat. “Tidak cukup hanya menginformasikan berita perkembangan covid-19, tapi juga harus mengedukasi bagaimana prokes diterapkan, menjaga kesehatan, dan yang terpenting membangun optimisme masyarakat,” terangnya.

Aulia menambahkan bahwa KPID Jawa Tengah juga terus melakukan pemantauan isi siaran untuk mengukur keterlibatan lembaga penyiaran dalam menyiarkan konten pencegahan covid-19.