SEMARANG – Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Jawa Tengah mengajak delapan belas mahasiswa kerja praktik dari lima Perguruan Tinggi, yaitu empat mahasiswa dari Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW), dua mahasiswa dari Unika Soegijapranata, dua mahasiswa dari Universitas Dian Nuswantoro (UDINUS), lima mahasiswa dari Universitas Semarang (USM), dan lima mahasiswa dari Universitas 17 Agustus 1945 (UNTAG) Semarang, menjadi agen literasi media.

Ketua KPID Jateng, Budi Setyo Purnomo mengatakan, masyarakat dan mahasiswa harus bisa menjadi agen literasi media. “Karena KPI dan KPID tidak bisa bekerja secara maksimal tanpa bantuan dari masyarakat maupun mahasiswa. Minimal mereka bisa memberikan contoh, penjelasan dan pendampingan di keluarga,  memfilter mana siaran yang sehat dan tidak,” ungkapnya di hadapan mahasiswa kerja praktik, Senin (12/1/2019) di ruang rapat lantai 3 KPID Jateng.

Menurutnya, walaupun sekarang di era milenial, apa yang didapat dan didengar di lembaga penyiaran, dianggap benar. “KPID selalu mengimbau agar lembaga penyiaran tidak menyiarkan berita hoaks, karena dampaknya akan sangat besar. Berita hoaks, semakin disiarkan semakin mereka senang,” kata Budi SP.

Ia juga mengingatkan bahwa isi siaran di lembaga penyiaran haruslah terus diawasi. Karena apa yang disiarkan berperan penting untuk kemajuan pemikiran masyarakat. “Konstruksi isi siaran lembaga penyiaran lebih banyak untuk kepentingan industri. Ini menjadi tugas KPI dan KPID bersama masyarakat untuk terus melakukan pengawasan isi siaran. Jika literasi media dilakukan secara masif, dampaknya pengawasan semakin mudah dan isi siaran menjadi lebih baik,” pungkasanya. (YyK)