SEMARANG – Konten lokal perlu ditingkatkan dalam rangka memberikan kontribusi pada pembangunan daerah. Konten lokal yang dimaksudkan adalah program-program yang mengangkat potensi-potensi lokal untuk disiarkan secara luas, baik potensi perekonomian, kebudayaan, pendidikan, ilmu pengetahuan, prestasi bidang olah raga, dan sebagainya.

Hal tersebut disampaikan oleh Ketua KPID Provinsi Jawa Tengah, Muhammad Aulia. Aulia menekankan bahwa di era digitalisasi, komunikasi massa menjadi bagian penting dalam pembangunan. “Lembaga Penyiaran harus bisa ambil peran dalam membangun daerah,” terangnya.

Hasil pemantauan KPID Jawa Tengah terhadap siaran radio menunjukkan bahwa potensi kedaerahan belum banyak diangkat sebagai materi siaran radio. Ari Yusmindarsih selaku Koordinator Bidang Isi Siaran KPID Jawa Tengah mengungkapkan bahwa pemantauan KPID menjumpai bahwa program rutin yang khusus mengangkat konten lokal sangat minim.

“Kalau kita pantau di Kota Semarang misalnya, radio kita kan cenderung ngepop ya, budaya pop yang diangkat. Di luar Semarang justru lebih banyak dijumpati siaran khusus berbahasa daerah,” uangkapnya.

“Kita apresiasi radio yang rutin angkat konten kearifan lokal, baik itu wayangan, kuliner, jelajah wisata, macem-macem yang bisa diangkat sebenarnya,” tambahnya.

Hari Radio Nasional yang jatuh pada 11 September diharapkan mampu memberi semangat baru dalam membangun kreativitas. Lebih lanjut Ari mengajak radio untuk lebih aktif berkreasi dengan sumber materi lokal.(*)