SURAKARTA – Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Jawa Tengah berkunjung ke radio komunitas Amanat Akademisi Surakarta (AAS) FM, Selasa (31/7/2018). Kunjungan ini dalam rangka verifikasi faktual menindaklanjuti permohonan Ijin Penyelenggaran Penyiaran (IPP) radio komunitas AAS FM. Verifikasi faktual merupakan tahap awal yang dilakukan KPID setelah pemohon mengajukan permohonan IPP.

Komisioner KPID Jawa Tengah, Budi Setyo Purnomo dan Dini Inayati saat kegiatan tersebut mengecek dokumen permohonan perizinan. Saat verifikasi itu, tim KPID Jawa Tengah menemukan ketidak cocokan alamat kantor yang diajukan pada proposal permohonan ijin. Lokasi pendirian radio yang diajukan berada di Ngemplak, Boyolali, sementara rencana pendirian radio di Kartasura, Sukoharjo.

“KPID untuk itu berpesan, jika ada perubahan infrastruktur atau lokasi kantor yang berkaitan dengan permohonan perijinan, diharapkan segera melapor. KPID juga berharap, radio komunitas AAS FM mempersiapkan infrastuktur sebaik-baiknya, termasuk revisi berkas permohonan,” kata Budi.

Dini Inayati juga menyarankan, agar pengelola radio komunitas AAS FM berkonsultasi dengan Balai Monitor (Balmon) Spektrum Frekuensi Radio Kelas I Semarang. “Tujuannya, supaya bisa memastikan jarak aman dengan radio komunitas lain yang ada di sekitar radio AAS FM,” ungkapnya.

Ke depan, KPID berharap, jika semua proses pengajuan perijinan sudah dilalui dan mendapatkan IPP, radio AAS FM bisa melakukan fungsinya, yaitu memberikan informasi, mendidik, dan menjadi kontrol terhadap komunitas disekitar lokasi radio. (YyK)