BANDUNG- Perkumpulan Radio Komunitas Suara Bandung, Wonosegoro Boyolali, Surban FM kini telah disetujui untuk mendapatkan Izin Penyelenggaraan Penyiaran (IPP) Prinsip. Persetujuan tersebut diberikan setelah dibahas melalui Forum Rapat Bersama (FRB) di Hotel Aston Braga, Bandung, Jumat (16/3/2018).

Rapat tersebut dipimpin oleh Direktur Penyiaran, Ditjen Penyelenggaraan Pos dan Informatika (PPI), Geryantika Kurnia dan Wakil Ketua Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat, Rahmat Arifin.

Komisioner Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Jawa Tengah Setiawan Hendra Kelana mengatakan, hasil rapat menyetujui Surban FM diberikan IPP Prinsip pada Frek 107.8 MHz dengan daya pancar maksimal 2,5 KM dan daya 30 watt. “Dari segi program sudah tidak masalah, baik saat kita verifikasi maupun evaluasi dengar pendapat (EDP),” kata lelaki yang akrab disapa Iwan itu.

Iwan mengatakan, pembahasan Radio Surban sempat ditunda. Hal itu dikarenakan harus menunggu hasil kajian teknis dari Balai Monitoring (Balmon) Frekuensi Kelas 1 Semarang. Ia mengapresiasi upaya Balmon Semarang yang telah menyelesaikan pengukuran parameter teknis.

“Alhamdulillah, sekarang hasilnya memungkinkan untuk disetujui diberikan IPP Prinsip,” katanya.

Selain membahas permohonan dari Jawa Tengah, FRB juga membahas permohonan dari Provinsi Jawa Timur, Jawa Barat, Aceh, Papua, Sulawesi Selatan, Banten, Bali dan Bengkulu. (*)