KPID Jawa Tengah menggelar Evaluasi Dengar Pendapat (EDP) bersama dua Lembaga Penyiaran di Ruang Rapat lt.3 KPID Jateng

SEMARANG – Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Jawa Tengah menggelar Evaluasi Dengar Pendapat (EDP) bersama dua Lembaga Penyiaran. EDP yang dihadiri seluruh Komisioner KPID Jateng dan pemohon ini dilakukan di Ruang Rapat lt.3 KPID Jateng, Selasa (02/10/2018). Kegiatan tersebut merupakan bagian dari proses yang harus dilalui Lembaga Penyiaran dalam pengajuan perizinan.

Dua Lembaga Penyiaran yang mengajukan permohonan izin adalah Perkumpulan Penyiaran Pengajian Tombo Ati Radio Swara Pandanaran Bayat, Kabupaten Klaten dan Perkumpulan Radio Komunitas Amanat Akademisi Surakarta.

Ketua KPID Jawa Tengah, Budi Setyo Purnomo mengatakan, radio komunitas sangat mendapat perhatian dari Pemerintah. Untuk itu komitmen awal pendirian radio komunitas harus dipertahankan. Terlebih, di tingkat Nasional juga ada perlombaan untuk radio komunitas terbaik.

“KPID berharap radio komunitas ini bisa bermanfaat bagi komunitasnya dan masyarakat sekitar. Walau radiusnya tidak begitu luas, jika dikemas secara bagus, kami rasa dapat bermanfaat. Untuk itu, dalam membuat program janganlah setengah-setengah,” ungkapnya dalam EDP yang dimoderatori oleh Komisioner KPID Jateng Bidang Perizinan, Setiawan Hendra Kelana.

Wakil Ketua KPID Jateng, Asep Cuwantoro mengingatkan bahwa dalam mendirikan radio komunitas jangan karena tidak ada radio swasta di daerah tersebut.

“Kalau radio komunitas didirikan secara serius, pasti akan memiliki kekuatan. Ada komunitasnya dahulu, baru mendirikan radio. Kalau memang komunitasnya memerlukan radio, silahkan didirikan, jika tidak ya buat apa. Filosofi radio komunitas yang dari, untuk, oleh dan tentang komunitas harus dipenuhi,” kata Asep.

Asep juga mengingatkan, dasar untuk memahami dan melayani komunitas ini sangat penting dalam  membuat program siaran.

“KPID juga berharap agar radio ini memiliki dan menemukan kekhasannya sendiri. Ini sebagai kekuatan radio agar dapat bertahan dan maju,” pesannya.

Proses EDP ini dimulai dari pembukaan, presentasi oleh Lembaga Penyiaran, serta evaluasi dan tanggapan dari para komisioner KPID Jateng. Lembaga Penyiaran kemudian diminta untuk memberi jawaban atas tanggapan dan evaluasi. Kegiatan EDP ditutup dengan penandatanganan berita acara. (Yyk)