Jelang Pilkada, KPID Ajak Masyarakat Awasi Siaran Politik

TEMANGGUNG- Kelompok Pemantau Isi Siaran di Kabupaten Temanggung mengikuti kegiatan pembekalan yang digelar oleh Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Jawa Tengah, Kamis (8/2/2018). Kegiatan tersebut bekerjasama dengan Pemkab Temanggung. Ada sekitar 10 perwakilan dari  pemerintah dan unsur masyarakat yang ikut pembekalan itu.

Pada kesempatan itu, Koordinator Bidang Penindakan dan Pembinaan KPID Jawa Tengah, Sonakha Yudha Laksono menekankan agar Kelompok Pemantau membantu KPID dalam memantau siaran. Khususnya siaran politik di Temanggung.

Sebagaimana diketahui, Kabupaten Temanggung termasuk salah satu daerah yang akan melaksanakan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak. Masa kampanye akan dimulai pada 15 Februari mendatang. Tidak menutup kemungkinan akan ada pelanggaran kampanye politik.

“Apabila menemukan dugaan pelanggaran segera melapor ke KPID melalui koordinator Kelompok Pemantau,” kata Sonakha saat memberikan pembekalan di Gedung Puskomkref Kabupaten Temanggung.

Sonakha menyebutkan, di Temanggung ada tujuh lembaga penyiaran yang aktif. Satu Lembaga Penyiaran Publik Lokal (LPPL), dua radio komunitas dan empat radio swasta. Menurut Sonakha, Kelompok Pemantau tidak boleh menegur dan mendatangi radio yang diduga melanggar.

“Tugasnya hanya melaporkan dengan bukti-bukti siaran,” katanya.

Sonakha menambahkan, khusus untuk pelanggaran kampanye harus dilaporkan hari itu juga. Sebab, hanya ada waktu 7 hari untuk bisa memroses pelanggaran tersebut. Setelah itu tidak bisa.

Sonakha mengucapkan terima kasih atas kerjasama KPID, Pemkab Temanggung, dan masyarakat yang tergabung dalam Kelompok Pemantau Isi Siaran. “Kami berharap kelompok pemantau menyosialisasikan kepada masyarakat di sekitar terkait pendidikan dalam mengonsumsi media,” katanya.

Plt. Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Temanggung Sumarlinah, Sos. M.Si menyambut baik kegiatan pembekalan Kelompok Pemantau oleh KPID Jawa Tengah. Dia berharap kerjasama antara KPID dengan Pemerintah Daerah Temanggung bisa berkelanjutan. (*)