CILACAP – Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Jawa Tengah mendukung Lembaga Penyiran Komunitas (LPK) mengangkat potensi lokal dalam program siaran. Hal itu disampaikan Komisioner KPID Jawa Tengah, Setiawan Hendra Kelana saat melakukan Evaluasi Uji Coba Siaran (EUCS) Lembaga Penyiaran Komunitas (LPK) Yayasan Miftahul Huda Radio SMA Islam Buana (Radio Buana FM) di Jl. Merak No. 28 Kompleks Ponpes Miftahul Huda Kroya Cilacap, Jum’at (23/3/2018).

Tim Verifikasi EUCS dari KPID terdiri dari Setiawan Hendra Kelana dan Tazkiyyatul Muthmainnah. Tim diterima oleh pengurus yayasan, Najib Muhammad.

Dalam konteks Cilacap, lanjut Setiawan, Radio Buana  FM bisa memproduksi Iklan Layanan Masyarakat (ILM) yang mengangkat potensi lokal, seperti penggunaan bahasa “ngapak”  atau mengangkat budaya lokal lainnya.

Dalam kesempatan itu, pengelola radio menunjukkan rekaman siaran dalam seminggu terakhir. Setiawan menyampaikan, dalam waktu dekat KPID akan mengundang Radio Buana untuk EUCS. Setelah itu akan mengirim berkas ke Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) RI maksimal akhir April 2018 mendatang.

Setiawan mengingatkan, hidup mati radio komunitas tergantung dari anggota komunitasnya.  Terutama dari segi pendanaan. Untuk itu ia berharap pengurus dapat mengakomodir keinginan dari anggota komunitasnya.

“Radio  komunitas tidak boleh komersil. Sumber pendanaan berasal dari komunitas tersebut. Karena itu, KPID menyarankan agar pengelola memaksimalkan bidang usaha yang dimiliki,” katanya.

Pengurus Yayasan Miftahul Huda, Najib berharap Radio Buana FM  bisa segera on air. Dengan demikian bisa memberikan manfaat kepada masyarakat sekitar. Ia juga berharap agar lembaga-lembaga keagamaan, khususnya pesantren mulai merambah radio dan televisi.  “Untuk memberikan warna tuntunan dalam setiap tontonan,” katanya.(*)