BREBES- Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Jawa Tengah berkunjung ke studio Radio Rafi FM Brebes untuk verifikasi faktual, Senin (26/3/2018). Verifikasi tersebut sebagai tindak lanjut dari permohonan perpanjangan Izin Penyelenggaraan Penyiaran (IPP) radio tersebut. Komisioner KPID yang memverifikasi yaitu M Rofiuddin dan Dini Inayati.

Saat KPID verifikasi faktual, pemohon yang ada di dalam berkas permohonan tidak ada di tempat. Tim hanya diterima oleh seorang petugas, Elang yang tidak masuk dalam akta maupun jajaran manajemen dalam berkas permohonan.

“Ini soal administrasi. Harus ada hitam di atas putih. Jadi kita harus bertemu orang secara langsung baik pemohon maupun orang yang berada dalam susunan manajemen,” kata Rofi.

Rofi mengajukan beberapa pertanyaan kepada petugas itu. Di antaranya terkait gaji penyiar dan sebagainya. Namun, informasi yang diperoleh tidak sesuai dengan dokumen yang diajukan. “Seperti data SDM, aspek keuangan dan kepemilikan silang saham,” katanya.

Tak hanya itu, Rofi juga menyayangkan kondisi studio Rafi RM. Menurutnya, studio tersebut justru mirip toko obat. Sebab tidak ada tanda-tanda aktivitas penyiaran.

Ia juga menyoal siaran di radio itu terlalu banyak lagu dan iklan. Sementara jumlah penyiarnya minim.

Dia menyampaikan, jika manajemen mengalami kesulitan dalam mengelola radio, sesuai aturan seharusnya frekuensinya dikembalikan kepada negara.

Dini Inayati juga merasa kecewa dengan hasil verifikasi kali ini. Petugas yang menemui justru tidak bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan dari tim KPID.

“Kami akan mengundang secara resmi pemohon Radio Rafi FM Brebes ke Kantor KPID untuk kami minta klarifikasi hasil verifikasi faktual ini. Jika memang tidak layak tidak akan kami terbitkan rekomendasi kelayakannya,” kata Dini.

Menanggapi hal itu, Elang meminta maaf karena pemohon tidak bisa hadir dan tidak siap secara data. Dia mengatakan, pengelola yang mengajukan permohonan perpanjangan IPP saat ini sedang mengikuti kuliah Lemhanas. (*)