SEMARANG- Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Jawa Tengah menggelar rapat klarifikasi aspek program siaran Radio Komunitas Buana FM Kroya, Kamis (5/4/2018). Rapat berlangsung di Aula lantai 3 Kantor KPID Jawa Tengah, Jalan Tri Lomba Juang No. 6 Semarang. Klarifikasi tersebut dalam rangka Evaluasi Uji Coba Siaran (EUCS) radio yang dikelola Yayasan Miftahul Huda Kroya Cilacap itu.

Hasil klarifikasi, Komisioner KPID Jawa Tengah memastikan data acara dan format siaran sesuai dengan berkas permohonan Izin Penyelenggaraan Penyiaran (IPP). Radio Buana juga dinilai sudah memenuhi ketentuan dan kewajiban uji coba siaran. Meski demikian, ada sejumlah masukan dari Komisioner KPID untuk perbaikan.

Komisioner KPID Jawa Tengah, Tazkiyyatul Muthmainnah meminta pengelola agar menambahkan kearifan lokal dalam program siaran Radio Buana. Ia menyarankan agar menggunakan bahasa daerah setempat dalam siaran.

Komisioner KPID lainnya, M Rofiuddin menambahkan, siaran harus menciptakan iklim yang kondusif. Radio tidak boleh menyiarkan program yang mempertentangkan perbedaan faham, baik intra maupun antar agama. “Pengelola harus berkomitmen memahami dan menaati UU Penyiaran dan P3SPS,” katanya.

Sementara itu, Wakil Ketua KPID Jawa Tengah Asep Cuwantoro menekankan agar program siaran yang dirancang mencerminkan Lembaga Penyiaran Komunitas (LPK). Dalam menyusun program siaran, lajut dia, hendaknya melibatkan anggota komunitas. “Saya mengusulkan untuk menambah program acara Rembug Komunitas,” katanya.

Ketua Perkumpulan Radio Komunitas Buana FM Kroya, Najib Muhammad menyampaikan terima kasih atas masukan yang diberikan KPID Jawa Tengah. Dia menyampaikan, pengelola berkomitmen untuk memperbaiki kekurangan.

Dia menyampaikan, semula radio tersebut sebatas kegiatan ekstrakurikuler bagi pelajar SMA yang berada di bawah naungan yayasan. Dalam perjalanan ternyata kegiatan tersebut berkembang baik. Pengelola akhirnya mengupayakan izin penyiaran yang resmi. Pada 3 November 2016, pengelola mengajukan permohonan izin siaran.

“Supaya anak-anak bisa latihan menyampaikan pendapat, berceramah dan lainnya,” kata Najib.

Najib menyebutkan, Radio Buana memiliki program unggulan berupa ceramah agama. Ceramah tersebut melibatkan siswa kelas X SMA peserta ekstrakurikuler broadcasting. Mereka bersiaran secara bergantian.

“Anak-anak yang siaran digilir. Kalau pas suaranya bagus, ya bagus. Kalau nggak ya karena masih belajar,” katanya.

Najib berharap, program tersebut bermanfaat bagi anak didiknya dan masyarakat sekitar. Dia mengatakan, kondisi masyarakat Kroya selama ini tenteram. Program siaran agama yang menyejukkan diharapkan mampu menjaga kondusivitas itu.(*)