SEMARANG – Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Provinsi Jawa Tengah bersinergi dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Tengah menyiapkan program siaraan dakwah ramadan bernuansa sejuk dan mencerahkan di tengah kehidupan berbangsa dan bernegara. Siaran yang dapat menebalkan iman taqwa serta persatuan dan kesatuan umat.

Sehingga didesain hanya para dai yang kompeten yang akan mengisi siaran dakwah ramadan di televisi dan radio di Jawa Tengah. Sinergitas ini dibangun untuk menyajikan siaran dakwah yang dapat memberi manfaat bagi masyarakat luas.

“Siapapun dai yang akan menjadi narasumber di lembaga penyiaran mulai Ramadan 1440 Hijriyah, harus memiliki kompeten dan lolos orientasi yang disiapkan MUI Jawa Tengah untuk mengisi dakwah ramadan di seluruh lembaga penyiaran di provinsi ini,” tegas Ketua Umum MUI Jawa Tengah Dr KH Ahmad Darodji MSi saat menerima audiensi KPID Jawa Tengah, di Kantor MUI Jateng, Kompleks Masjid Raya Baiturrahman, Semarang, Jumat (13/3).

Audiensi KPID diikuti tujuh komisioner, dipimpin Ketua Budi Setyo Purnomo, berikut Asep Cuwantoro, Setyawan Hendra Kelana, Dini Inayati, Sonakha Yudha Laksono, Edi Pranoto dan Isdiyanto Isman. Unsur MUI yang menrima audiensi selain Kiai Darodji, Sekretaris MUI Jateng Dr KH Multazam Achmad MA, Ketua Komisi Dakwah Drs KH Anashom M.Hum dan Sekretaris Komisi Hukum Prof Dr KH Abu Rokhmad Mag.

Misi audiensi, kata Ketua KPID Jateng Budi Setyo Purnomo SSos MIKom, untuk meminta dukungan MUI terkait penyiapan para dai yang direkomendasi MUI untuk mengisi siaran dakwah mulai Ramadan 1440 Hijriyah.

Langkah KPID Jawa Tengah ini, merespons amanah Wakil Presiden Prof Dr KH Ma’ruf Amin saat menerima KPI Pusat belum lama ini, agar KPI berkoordinasi dengan MUI, untuk menyiapkan para dai bersertifikasi untuk mengisi siaran ramadan tahun ini. Harapannya agar materi yang disampaikan membawa kesejukan dan keteduhan bukan malah sebaliknya.

“Terus terang, banyak keluhan masyarakat tentang siaran dakwah terutama di layak televisi yang sering berimplikasi negatif karena dibawakan dai yang belum kompeten. KPID Jateng bertekad mewujudkan dakwah yang moderat yang menyejukkan untuk masyarakat Jawa Tengah,” katanya.

Ketum MUI Jateng Kiai Darodji lebih lanjut menegaskan, MUI Jateng segera mengambil langkah konkret untuk merespons gagasan KPID Jateng. Langkah yang disiapkan antara lain, segera berkirim surat kepada MUI kabupaten/kota untuk menyiapkan nama-nama dai berkompeten yang akan mengisi siaran dakwah ramadan di radio-televisi di daerahnya.

Kedua, MUI Jateng akan menyelenggarakan orientasi kepada para dai yang disiapkan untuk mengisi siaran dakwah ramadan pada akhir Maret 2020. Rencana, para dai ini yang disiapkan mengisi siaran ramadan di televisi dan radio di Kota Semarang.

Kesepakatan berikutnya, tambah Koordinator Bidang Kelembagaan Isdiyanto Isman, KPID Jateng secepatnya mengundang para lembaga penyiaran di Kota Semarang dan stasiun berjaringan di Jawa Tengah beserta MUI Jawa Tengah untuk berkoordinasi mengenai teknis bersiarannya.

Selain itu, KPID Jawa Tengah akan mengirim surat edaran ke semua lembaga penyiaran di Jawa Tengah untuk berkoordinasi dengan MUI setempat terkait siaran dakwah ramadan mulai tahun ini.