SRAGEN – Tantangan terbesar penyelenggaraan Pilkada di Masa Pandemi adalah mendorong partisipasi pemilih. Untuk itu sosialisasi terus dilakukan, baik tahapan maupun pengenalan Paslon. Hal tersebut disampaikan oleh Minarso, Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sragen dalam Dialog Interaktif di LPPL Buana Asri FM Sragen, Selasa (4/8). Minarso menambahkan bahwa mengarusutamakan sosialisasi melalui media dipandang menjadi langkah strategis.

Terkait adanya kemungkinan peran yang lebih besar media penyiaran sebagai media sosialisasi dan kampanye mendatangkan tantangan tersendiri bagi Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Provinsi Jawa Tengah. Komisioner Bidang Isi Siaran KPID Jawa Tengah, Sonakha Yuda Laksono, menyatakan bahwa KPID akan melakukan pengawasan lebih intensif dibanding Pemilu dan Pilkada sebelumnya. “KPID selalu mendorong keterlibatan lembaga penyiaran yang lebih besar dalam Pilkada. Tapi hal itu harus dibarengi dengan pengawasan yang ketat karena potensi pelanggaran selalu ada”, tuturnya.

Hal tersebut diperkuat oleh Komisioner Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Sragen, Edi Suprapto. “Pengawasan Pilkada juga perlu melibatkan masyarakat secara aktif. Jadi, Pilkada yang sehat menjadi kerja keras bersama”, jelasnya.

Dialog interaktif di media penyiaran menjadi agenda rutin KPID Provinsi Jawa Tengah sebagai salah satu langkah mendukung sosialisasi pelaksanaan Pilkada Tahun 2020. Lembaga penyiaran juga didorong untuk lebih aktif dalam sosialisasi dan pemberitaan Pilkada, serta berkontribusi sebagai media kampanye sesuai ketentuan yang berlaku. [qut]