Home Berita Pengelolaan Terbaik untuk Radio Komunitas

Pengelolaan Terbaik untuk Radio Komunitas

340

SEMARANG – Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Provinsi Jawa Tengah menggelar klarifikasi aspek program siaran dalam rangka Evaluasi Uji Coba Siaran (EUCS) bersama Perkumpulan Radio Komunitas Amanat Akademisi Surakarta (AAS FM).

Kegiatan yang digelar di Lantai III Kantor KPID Jawa Tengah itu dihadiri para komisioner KPID Jawa Tengah dan pemohon yang memaparkan program siaran, Senin (11/11/2019). Evaluasi ini merupakan salah satu tahapan untuk mendapatkan Izin Penyelenggaran Penyiaran (IPP).

Ketua KPID Jawa Tengah, Budi Setyo Purnomo, berpesan aga radio AAS FM menyiarkan siaran yang sehat, selain bermanfaat untuk komunitasnya, juga bagi masyarakat sekitar. “Untuk memajukan radio komunitas, bisa bersinergi dengan lembaga pendidikan yang ada wilayah sekitar radio,” katanya.

Wakil Ketua KPID Jawa Tengah, Asep Cuwantoro mengatakan saat ini banyak radio komunitas yang dikelola kurang baik. Diharapkan radio ini dikelola secara profesional dan baik, dan prinsipnya radio komunitas ini untuk dan dari komunitasnya. “Setiap tahun, KPID Jawa Tengah mengadakan anugerah penyiaran untuk lembaga penyiaran. Tapi sayangnya, banyak radio komunitas yang kurang baik, sehingga penghargaan bagi radio komunitas diraih oleh radio-radio itu saja. Diharapkan AAS FM ini bisa dekelola dengan baik dan menjadi yang terbaik,” harapnya.

Komisioner KPID Jawa Tengah, Sonakha Yuda Laksono berharap selalu mematuhi peraturan yang berlaku. Jika memang AAS FM adalah radio komunitas, maka hindari penyiaran iklan, karena dilarang. Pembiayaan radio komunitas sepenuhnya dibiayai oleh komunitasnya.

Komisioner KPID Jawa Tengah, Edi Pranoto berpendapat, walau ini adalah radio komunitas, tapi harus dikelola dengan profesional dan dikemas secara baik agar tidak membosankan. Terlebih radio ini bersegmen pendidikan, maka sebaiknya lebih diperbanyak program-program yang berisi tentang pendidikan.

Komisioner KPID Jawa Tengah, Dini Inayati mengapreasi tentang perencanaan program yang sudah baik. Selama EUCS berlangsung, bahkan radio AAS FM sudah menyiarkan talkshow. “Program yang telah tayang selama masa EUCS, perlu diketahui apakah animo dari masyarat baik atau tidak. Interaksi dari masyarakat diperlukan untuk keberlangsungan program dan radio itu sendiri,” pesannya. (YyK)