SEMARANG – Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Provinsi Jawa Tengah mendorong Lembaga Penyiaran untuk menyajikan siaran Ramadan yang mengedepankan kerukunan dan persaudaraan. Melalui surat edaran Imbauan Siaran Ramadan Nomor 482/060 tanggal 12 April 2021, KPID Jawa Tengah mendorong diselenggarakannya siaran Ramadan dengan memperhatikan hal-hal berikut:

  1. Mengusung nilai-nilai universal yang terkandung dalam Ramadan, membangun motivasi serta meningkatkan moralitas dan keimanan;
  2. Siaran Dakwah ditekankan untuk menumbuhkan Ukhuwah Islamiyah (persaudaraan sesama muslim), Ukhuwah Wathoniyah (persaudaraan sebangsa) dan Ukhuwah Insaniyah (persaudaraan antar sesama manusia);
  3. Siaran Dakwah dimaksudkan untuk mendorong sikap keagamaan yang moderat;
  4. Tidak mempertentangkan antar-aliran faham keagamaan;
  5. Tidak mengaitkan ceramah keagamaan dengan kepentingan golongan tertentu;
  6. Tidak menggunakan narasumber dakwah yang terkait dengan gerakan radikalisme maupun organisasi yang dilarang;
  7. Tidak menyisipkan iklan niaga pada saat azan sebagai penanda waktu sholat.

Edaran tersebut diharapkan dapat menjadi panduan lembaga penyiaran dalam menyelenggarakan siaran keagamaan selama Ramadan tahun ini. Ketua KPID Jawa Tengah, Muhammad Aulia, menegaskan bahwa lembaga penyiaran harus memberikan dampak positif dalam membangun kehidupan beragama yang toleran.

“Isi siaran punya dampak yang luas, harusnya ini dimanfaatkan untuk memasyarakatkan nilai-nilai kebaikan. Terutama melalui siaran keagamaan yang akan semakin diminati masyarakat selama Ramadan,” ungkapnya.

Koordinator Bidang Isi Siaran KPID Jawa Tengah, Ari Yusmindarsih, menambahkan bahwa Ramadan bisa menjadi momentum lembaga penyiaran untuk meningkatkan kualitas siaran edukatif bagi masyarakat.

“Kita akan pastikan siaran Ramadan taat kaidah. Pengawasan dan pemantauan kita intensifkan untuk menjamin masyarakat memperoleh siaran yang menyejukkan,” pungkasnya.