PURBALINGGA- Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Jawa Tengah meminta agar Radioqu tidak bersiaran sebelum mendapatkan izin penyiaran.
Hal itu disampaikan saat verifikasi faktual di studio Radioqu, Jalan MT Haryono, Komplek Panti Asuhan Darul Hadlonah Kelurahan KarangSentul Kecamatan Padamara, Kabupaten Purbalingga, Senin (5/2/2018).

Tim verifikasi dipimpin oleh  Komisioner Bidang Pelayanan dan Perizinan KPID Jawa Tengah, Setiawan Hendra Kelana dan Koordinator bidang isi siaran, Tazkiyyatul Muthmainnah. Tim diterima oleh Sekretaris Perkumpulan Radioqu, Hery Muharam Tri Putra.

Setiawan mengatakan, verifikasi faktual merupakan tahap awal yang dilakukan KPID setelah pemohon mengajukan permohonan Izin Penyelenggaran Penyiaran (IPP). Proposal perizinan diteliti oleh tim verifikasi. Jika ditemukan kekurangan, tim akan meminta pengelola radio untuk segera melengkapi. Temuan kekurangan dituangkan dalam berita acara yang ditandatangani oleh komisioner dan pemohon.

“Kami meminta pemohon segera melengkapi kekurangan agar bisa dilakukan proses selanjutnya yaitu Evaluasi Dengar Pendapat,” kata Setiawan.

Koordinator Bidang Isi Siaran, Tazkiyyatul Muthmainnah  meminta program yang dirancang Radioqu harus mencerminkan kearifan lokal. Juga mengangkat budaya setempat dan mengalokasikan untuk program anak.

Tak hanya itu, dia juga mewanti-wanti agar konten siaran agama tidak menyinggung hal-hal yang khilafiyah dan perbedaan pandangan suatu kelompok. “Siarkan program agama yang menyejukkan dan berdakwahlah dengan cara-cara yang ma’ruf,” katanya.

Selain masalah konten, perempuan yang biasa disapa Iin itu juga meminta Radioqu bisa menjamin keberlangsungan hidup. Hal itu mengingat Radioqu merupakan radio komunitas tidak boleh beriklan.

“Sumber pemasukan bisa dengan memberdayakan komunitasnya. Sebab karakter radio komunitas adalah dari untuk dan oleh komunitas,” katanya.