JAKARTA. Kearifan lokal sangat bermanfaat, baik secara pendidikan, hiburan, maupun penjalin kedekatan antara stasiun televisi dengan pemirsa. Bahkan dalam sistem televisi berjaringan seperti diamanahkan Undang-Undang Penyiaran Tahun 2002, salah satu pokok pemikiran terpentingnya adalah terkait konten dengan kearifan lokal yang harus diberi porsi lebih besar. Seni budaya setempat, tradisional maupun kontemporer, tentu termasuk bagian dari kearifan lokal ini.

Seperti dikatakan Asep Cuwantoro, Wakil Ketua Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Jawa Tengah, konten lokal Sistem Stasiun Jaringan (SSJ) diharapkan terus ditingkatkan baik secara kuantitas maupun kualitas. “Apalagi Jawa Tengah sangat kaya akan kearifan lokalnya yang masih butuh ekspose media,” kata Asep saat kunjungan KPID Jateng ke Trans Media, Rabu (25/07/2018).

Kunjungan kerja Komisioner KPID Jateng, Asep Cuwantoro, Setiawan Hendra Kelana, Sonakha Yuda Laksono dan Dini Inayati itu dalam rangka membina lembaga penyiaran, serta bersilaturahmi untuk menjalin hubungan baik dengan Trans Media. “KPID mengapresiasi Trans Media yang selama ini kooperatif dalam perbaikan konten ke arah yang lebih membangun,” ungkap Asep.

Dewi, Bidang Program Trans TV, menyambut baik kunjungan KPID Jateng. Menurutnya, Trans Media sudah berupaya untuk melaksanakan siaran SSJ. “Konten lokal kami secara kuantitas memenuhi 10% dari total waktu siaran,” katanya.

Tapi, memang tidaklah mudah untuk menyiarkan kearifan lokal. Dibutuhkan informasi yang akurat agar nilai-nilai budayanya tersampaikan dan tidak terjadi kesalahpahaman dalam mengangkat tradisi budaya. “Kami terkadang mendapatkan kendala, kesulitan mencari informasi kearifan lokal sebagai bahan program,” ungkap Dewi.

Pihaknya merasa masukan dari KPID Jateng sangat dibutuhkan untuk memperbaiki kualitas siaran program yang mengangkat tentang kearifan lokal ini. “Kami sangat terbuka apabila ada kritik dan saran. Juga kami meminta masukan dari KPID Jateng untuk perbaikan-perbaikan program siaran konten lokal,” kata Dewi.

Dikatakan Asep, sebagai upaya untuk bersama-sama mewujudkan iklim penyiaran yang sehat dan berkualitas berbasis kearifan lokal, KPID siap menjadi penghubung untuk mengamankan nilai-nilai kearifan lokal budaya. “KPID Jateng siap menjembatani untuk melakukan kajian atas kearifan lokal sebagai bahan program siaran,” pungkas Asep. (YyK)